Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (3)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Rabu, 17 Jul 2019 06:52 WIB

Jakarta – Banyak orang skeptis, berpikir mana mungkin bisa punya aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun. Padahal sebenarnya bisa saja, selama anda mengikuti saran-saran yang telah saya jabarkan di 2 artikel sebelumnya dan artikel ini. 

Anda bisa mengumpulkan aset dari bekerja baik pekerjaan utama maupun pekerjaan tambahan, pekerja penuh waktu dan paruh waktu. Atau anda juga bisa mengumpulkan aset dari memulai usaha. Atau yang lebih ideal lagi anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan.

Mulailah usaha tambahan sedini dan secepat mungkin sambil anda juga bekerja. Mengapa demikian? Karena bagi sebagian orang sering kali butuh waktu yang cukup lama untuk bisa berhasil dari suatu usaha. 

Apabila usaha anda gagal dan anda merugi, anda masih punya pekerjaan utama ditambah anda masih muda dan masih punya waktu untuk bangkit dan memulai usaha baru lainnya.

Semua orang kaya dan orang sukses punya satu kesamaan, mereka selalu ingin belajar hal lama dan hal baru. Dari mana mereka belajar?

Dengan selalu menambah ilmu mereka atau investasi pada otak. Menambah ilmu bisa dengan cara belajar dari buku, belajar dari internet, dan dari manapun. Dan yang lebih baik lagi adalah dengan mengikuti kelas-kelas atau seminar. 

Selain menambah ilmu yang nanti bisa diterapkan pada usaha/bisnis anda, selain itu anda juga akan bertemu dengan teman-teman baru yang juga akan menambah jaringan baru anda.

Berbisnis di negara Asia sangat berbeda dibandingkan berbisnis di Amerika dan Eropa. Saya salah satu yang mengalaminya.

Di Asia, kita sangat kental mengenal yang disebut dengan pertemanan. Sehingga jaringan pertemanan yang baik akan juga menentukan baik pekerjaan maupun bisnis yang baik.

Mengapa jaringan pertemanan yang baik dibutuhkan di Asia apalagi di Indonesia? Karena orang Asia lebih suka melakukan usaha/bisnis dengan orang yang sudah mereka kenal, atau rekomendasi dari seseorang, dibandingkan kepada orang yang relatif baru dikenal tanpa rekomendasi sama sekali. 

Oleh sebab itu bangun jaringan pertemanan yang banyak yang nanti akan membantu usaha kita.

Terakhir, anda juga harus selalu memperhatikan perkembangan dari usaha dan aset anda. Lakukan pencatatan secara rutin. 

Pastikan nilai aset anda naik dari waktu ke waktu. Dengan mengamati perkembangannya anda bisa dengan mudah melakukan perubahan bila dirasa perlu. 

Dengan mengamati perkembangannya pula, anda bisa tahu bahwa anda sudah berada pada trek yang tepat untuk menjad miliuner dengan mempunyai aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun.

Penutup, sewaktu tinggal di Amerika Serikat (AS) saya pernah bertemu dengan salah seorang teman (orang bule) ang masih muda usia belum sampai 30 tahun dan memiliki aset jutaan dolar AS (miliuner). 

Beliau berkata (berpesan) kepada saya sebagi berikut “The most difficult thing to do is to get to the first million, once you reach it, after that it will be easier to double it.”

Selamat menjadi miliuner.

Artikel ini telah tayang di detik.finance.com dengan judul Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (3)
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4626581/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-3

Editor : Team detikfinance

Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (2)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Kamis, 11 Jul 2019 07:55 WIB

Jakarta – Kamu milenial? Masih muda? Usia di bawah 30 tahun? Baru mulai kerja? Bagaimana kalau saya bilang kamu bisa jadi miliuner sebelum usia 30 tahun dengan cara yang tidak sulit-sulit amat? Mau kah?

Di artikel sebelumnya sudah dibahas 3 cara bagi anda untuk bisa menjadi seorang miliuner (punya aset senilai Rp 1 miliar) sebelum usia 30 tahun. Nah apalagi yang harus anda lakukan? Simak sambungannya di sini.

Anda masih muda, masih usia awal 20 tahunan, risiko adalah teman anda. Jangan takut terhadap risiko apalagi risiko investasi. Anak muda biasanya berani “menantang hidup.” 

Ketika saya masih jauh lebih muda semua wanaha permainan roller coaster dan jet coaster seseram apapun pasti saya coba naiki. Bahkan saya sampai melakukan lompat bungee sewaktu saya masih di Amerika. 

Mengapa demikian? Karena waktu itu saya masih muda. Ketika anda masih muda anda punya adrenalin yang masih tinggi.

Kalau anda berani bertaruh dengan fisik anda (bisa kecelakaan, patah, cacat atau bahkan wafat), maka ketika bicara keuangan anda seharusnya juga berani mengambil risiko yang sama atau bahkan lebih besar lagi. 

Mengapa? Karena anda belum punya ketakutan yang berlebihan dengan kehidupan anda dan anda belum punya tanggung jawab yang besar. Kondisi terburuk yang bisa terjadi dari keuangan anda adalah anda kehilangan (rugi) dari investasi anda, dan itu bisa didapatkan kembali dengan cara memulai menabung kembali.

Orang sering bertanya kepada saya, apa salah satu investasi terbaik yang pernah saya lakukan? Jawabannya adalah, investasi pada properti.

Yes, aset saya bisa bernilai berlipat ganda salah satunya dengan berinvestasi pada properti. Oleh sebab itu apabila anda ingin bisa mempuyai aset sebesar Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun, maka bertemanlah dengan properti.

Dalam kondisi ekonomi bagus seperti antara tahun 2008-2014 kenaikan properti relatif sangat tinggi dihampir semua tempat. Bahkan dalam banyak kasus, kenaikan properti sangat signifikan bisa mencapai 50-100% per tahun antara tahun 2011-2014. 

Memang kondisi ekonomi yang jelek dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tidak bisa dipungkiri membuat pergerakan properti cukup stagnan bahkan cenderung turun, akan tetapi bila anda sempat berinvestasi pada properti sebelum tahun 2014, maka stagnannya properti selama 5 tahun terakhir dapat dikompensasikan dengan kenaikan ada sebelumnya, sehingga rata-rata kenaikan aset anda masih diatas 25% per tahun. 

Meskipun dalam kondisi stagnan, nilai properti relatif masih naik sama atau lebih tinggi sedikit dari inflasi antara 6-10% per tahun di banyak tempat.

Hidup hemat itu bukannya pelit lho, tapi tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk sesuatu yang anda tidak butuhkan. Sebagai contoh, bila anda bisa olah raga dengan cara berlari dilapangan bola atau GBK 2-3 per minggu, maka anda belum tentu membutuhkan keanggotaan di pusat kebugaran (gym).

Bila anda bisa mendapatkan kopi susu seharga Rp 18 ribu, kenapa anda harus membeli kopi susu dengan brand luar negeri dengan harga Rp 45 ribu? Itu yang dibilang hemat. 

Bahkan anda bisa menikmati kopi sachet hanya dengan modal Rp 3 ribu. Ingat, hidup hemat ini hanya akan anda jalani sementara sampai anda mempunyai aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun.

Setelah itu, kita lihat apakah anda tetap ingin melanjutkan pola hidup ini dan menambah pundi-pundi miliar anda atau anda ingin mulai hidup foya-foya?

Sudah cukup? Belum donk, kita akan bahas kelanjutannya di artikel berikutnya ya.


Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul : Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (2)
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4619319/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-2
Editor : Team detikfinance

Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (1)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Kamis, 04 Jul 2019 07:40 WIB

Jakarta – Menjadi miliuner adalah impian banyak orang. Meskipun definisi miliuner bisa berbagai macam, tapi mari kita samakan dulu persepsi, bahwa miliuner yang dimaksud disini adalah memiliki aset dengan nilai Rp 1 miliar.  Aset dalam hal ini bisa berupa tabungan, deposito, investasi, reksa dana, usaha, properti, kendaraan dan lain sebagainya. 

Anda yang masuk kategori milenial, baik itu milenial yang masih sekolah dan kuliah ataupun yang baru mulai bekerja, mau jadi miliuner alias punya aset senilai Rp 1 miliar dengan gaji “ngepas” sepertinya sih mimpi di siang bolong ya.  Padahal sebenarnya bila anda melakukan hal-hal di bawah ini, maka kemungkinan anda menjadi miliuner alias punya aset minimal Rp 1 miliar menjadi lebih mudah dicapai sebelum usia 30 tahun. So, jadi apa saja yang bisa anda lakukan?

Sekarang ini banyak sekali contoh-contoh disruptive di mana seseorang tidak lulus sekolah bahkan DO yang kemudian bisa menjadi miliuner dunia.

Tahu nggak? Dari banyaknya orang yang tidak sekolah atau DO dari sekolah (kuliah) hanya segelintir orang yang bisa berhasil menjadi miliuner, yang artinya kesempatan anda sebenarnya kecil sekali, dan itupun kalau jenius dan punya ide yang bagus serta anda beruntung.

Bagi sebagian besar anda, sebaiknya fokus di sekolah (kuliah). Banyak milenial berargumentasi bahwa perusahaan jaman sekarang lebih melihat karakter dan keinginan maju calon karyawannya dibandingkan melhat nilai IPK mereka.  Percayalah, kalau ijazah dan nilai IPK tidak dilihat dan tidak dibutuhkan, buat apa perusahaan meminta salinan ijazah dan transkrip nilai anda?

Oke anda sudah lulus kuliah dan mulai kerja dengan gaji lumayan deh untuk yang baru lulus, lalu anda mulai menjalani kehidupan seperti layaknya seorang karyawan dengan segala macam “kebutuhan bulanan” mereka?

Nah, mental seperti ini yang berakibat seseorang kemudian menjadi boros dengan gajinya. Dan bila hal ini dilakukan secara terus menerus akan menjadikannya kebiasaan.

Terus apa salahnya dengan menjadi karyawan tapi tetap hidup dengan gaya seorang anak kuliahan? Dengan cara tersebut anda tidak terjebak dengan gaya hidup boros dan tetap bisa menabung atau menginvestasikan uang anda. 

Percayalah, kesulitan anda berupaya menabung dan berinvestasi ini hanya bertahan beberapa tahun saja kok (kalau mulai kerja setelah lulus kuliah di usia 23-24an, anda hanya akan “merana” berkorban selama 6-7 tahun saja). 

Hal ini juga termasuk pemborosan anda jalan-jalan/travelling keluar kota ataupun keluar negeri. Ingat, Bali, Raja Ampat, Singapore, Tokyo, Paris, New York itu tidak akan pergi ke mana-mana kok selama 5 tahun yang akan datang.

Tidak pernah ada yang salah dengan kerja keras dan kerja cerdas. Kerja keras tidak memerlukan keterampilan khusus. Anda cukup masuk kantor lebih awal dari jamnya dan pulang lebih lambat dari seharusnya dan bekerja lebih banyak saja. 

Dari gaji anda bisa membayar semua pengeluaran anda, tabung dan investasi sebanyak-banyaknya, dalam waktu tidak lama anda akan mempunyai aset yang banyak.

Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul : Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (1) https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4610554/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-1
Editor : team detikFinance


Hijrah Finansial : Hati Tenang Hidup Bahagia

By | Ustadz Hilman Fauzi | No Comments

TRIBUNJOGJA.COM – Ustadz Hilman Fauzi, Dai Nasional, Founder Teman Hijrah Indonesia menjelaskan, setiap orang pasti ingin memperoleh kebahagiaan.

Mereka rela mengorbankan waktu, tenaga dan harta yang dimiliki demi mengejar hal-hal yang akan membahagiakan mereka. Namun tak sedikit orang yang belum paham bahkan keliru memaknai hakikat kebahagiaan. Ada yang memahami bahwa bahagia berarti berlimpahnya materi, atau melejitnya karir dan popularitas. Padahal, tidak ada jaminan bahwa mereka akan bahagia setelah memperoleh itu semua.

Dalam Islam, setidaknya ada dua hal yang perlu digarisbawahi terkait hal ini. Pertama, kebahagiaan berpusat pada tenangnya hati.

Ketenangan hati diperoleh ketika keimanan telah terpatri dalam hatinya. Orang yang beriman akan berpegang teguh pada jalan yang telah digariskan oleh Allah dan rasul-Nya, yakni mematuhi segala perintah dan meninggalkan segala larangan.

Kedua, kebahagiaan itu semestinya membawa kepada kebaikan dan keberkahan.

Bahagia tidak selalu berkaitan dengan materi, namun materi yang dimiliki seseorang bisa mengantarkannya pada kebahagiaan jika bertambah kebaikan dan keberkahan dalam hidupnya. Ketenangan hati dan bertambahnya kebaikan dapat diperoleh seseorang lewat jalan hijrah.

Lalu apa makna hijrah? Kebanyakan orang memahami hijrah sebagai berpindah dari satu tempat ke tempat lain. Namun, pada hakikatnya hijrah dapat dimaknai lebih luas daripada bentuk perpindahan secara fisik semata.

Ali ibn Abi Thalib mengutip pernyataan Umar ibn al-Khattab, “Al-hijratu yufarriqu bainal haqq wal bathil.” Hijrah itu bisa membedakan antara yang benar dan yang salah. Maka hijrah tidak melulu bicara tentang tempat, namun juga kondisi seseorang, tak terkecuali kondisi finansial.

Kenapa hijrah finansial ini penting? Karena urusan harta merupakan perkara yang sangat krusial dalam kehidupan manusia.

Ini bisa terlihat dari aktivitas manusia yang pasti tidak bisa terlepas dari urusan harta, dari mulai bangun tidur hingga terpejamnya mata. Sebagian besar umur manusia di dunia dihabiskan tak lain untuk mengejar harta.

Islam pun tidak main-main dalam perkara ini. Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa seseorang pada Hari Akhir nanti pasti akan ditanya tentang empat hal: “usianya untuk apa dihabiskan, jasmaninya untuk apa dipergunakan, hartanya dari mana didapatkan dan untuk apa dipergunakan, serta ilmunya untuk apa dia pergunakan.” (Hadits Riwayat Abu Dawud)

Maka hijrah finansial tentu sangat mendesak untuk dilakukan. Terlebih bulan Ramadhan  adalah momentum yang tepat untuk berubah dan bangkit menuju keadaan yang lebih baik, tak terkecuali dalam hal finansial.

Ramadhan yang membawa semangat perbaikan tentunya mesti dimanfaatkan dan diisi dengan semangat hijrah yang memberi semangat perubahan.

Semoga segala perubahan yang kita ushakan di bulan Ramadhan ini dapat mengantarkan kita semua kepada ketenangan hati dan kebahagiaan hidup. Wallāhu a’lam bi ash-showwāb.

 Ditambahkan oleh Bareyn Mochaddin,  Financial Planner/CEO Rizkanna,  meski hijrah finansial adalah hal yang cukup mendesak untuk dilakukan, bukan berarti hijrah finansial membuat seseorang melakukannya dengan instan dan terburu-buru.

Bahkan, Hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW ke Yatsrib (Madinah) adalah hijrah yang dilakukan  dengan penuh persiapan, strategi dan kehati-hatian dalam pelaksanaannya.

Begitupun ketika seorang Muslim melakukan Hijrah Finansial, agar hijrah yang dilakukan menemukan keberhasilan, idealnya seorang Muslim harus merencanakan langkah-langkahnya dalam melakukan Hijrah Finansial.

Seorang Muslim harus tahu tujuannya, akan “pergi kemana” dalam hijrahnya. Seorang Muslim juga harus tahu kapan dia akan melakukan hijrah secara finansial.

Dengan mengetahui itu semua, insyaallah perjalanannya untuk mencapai ketenangan hati dan kebahagiaan hidup akan menjadi lebih mudah karena langkahnya penuh persiapan dan terencana.

Kaum Muslim yang akan melakukan Hijrah FInansial tentu butuh banyak ilmu, agar dapat mengetahui apa saja yang harus dipersiapkan sebelum melakukan Hijrah Finansial yang baik menuju yang benar.


Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Hijrah Finansial: Hati Tenang, Hidup Bahagia, https://jogja.tribunnews.com/2019/05/05/hijrah-finansial-hati-tenang-hidup-bahagia.

Editor: ribut raharjo