Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh II

By | Bertha Sekunda | No Comments
Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh Jilid II

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Minggu yang lalu kita sudah membahas tiga cara untuk membina hubungan jarak jauh agar bisa berjalan dengan lancer. Tiga cara itu yaitu dengan Komunikasi, Percaya Itu Indah dan Jujur. Dapat saya tambahkan, bahwa zaman sekarang, nampaknya komunikasi saat berhubungan jarak jauh sudah bukan halangan lagi karena banyak media yang menawarkan high technology untuk bisa berkomunikasi seolah bertatap muka langsung, seperti Face Time, Skype dsb.

Selain dari ketiga hal diatas, apa lagi yang bisa membuat hubungan pacaran jarak jauh bisa tetap terbina?

4. Surat Cinta
Sebenarnya hal ini bisa menjadi salah satu cara berkomunikasi. Namun ini menjadi bagian tersendiri, karena terkadang ini terlupakan oleh generasi zaman sekarang yang mungkin belum pernah melihat adanya surat dengan tempelan perangko.

Adanya texting dan chatting via gadget sudah membuat surat cinta terkesan old school dan “enggak banget”. Tetapi sebenarnya hal ini sangat bisa dicoba karena tulisan tangan membuat kesan personal dan private bagi si penerima, sehingga saat membaca surat, ia dapat membacanya. Seolah hal ini disampaikan langsung di depannya dengan penuh perasaan. Selain itu, kedatangan surat via Titipan Kilat atau Kantor Pos atau kurir apapun, membuat si penerima merasa mendapat surprise yang bisa membuatnya merasa berbunga-bunga saat menerima sesuatu yang dikirim ke rumahnya. Seolah si penerima menerima kehadiran pengirim surat cinta dan hal ini menjadi salah satu yang menguatkan hati kedua belah pihak saat berjauhan.

Buatlah surat cinta ini sebagai wadah untuk mengungkapkan perasaan dan hati yang tak sempat terungkap saat chatting via gadget. Tuliskan hal-hal yang lebih mendalam dan ekspektasi-ekspektasi ke depan dalam surat cinta Anda, dan pastikan ini ditulis secara regular dan dikirim rutin seperti tiga bulan sekali misalnya.

5. Don’t sweat the small things.
Jangan mempermasalahkan hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Kedewasaan Anda ditantang untuk memilah-milah masalah mana yang perlu dijadikan bahan masalah, dan mana yang perlu didiskusikan. Anda perlu melihat esensi dari masalah tersebut, untuk kemudian menyampaikannya dengan bijak, tanpa perlu emosi dan marah-marah.

Marah sebenarnya boleh saja, jika memang masalah tersebut sudah melawan prinsip, atau berulang kali disampaikan namun pasangan tidak memperhatikannya. Oleh karena itu, sebelum Anda mengangkat sebuah masalah, pikirkan dulu perlukah Anda membesar-besarkan masalah yang tidak terlalu perlu. Saat hubungan jarak jauh, mempermasalahkan hal-hal kecil bisa membuat lelah hati, karena sesungguhnya mungkin hal yang dilakukan pasangan hanya sebatas kurang dikomunikasikan dan bukan kesengajaan. Yang penting, Anda tetap memantau bahwa pasangan Anda masih menunjukkan kesetiaan dan dapat dipercaya, itu hal yang paling penting.

6. Jangan berkata-kata kasar saat marah
Kestabilan emosi Anda dibutuhkan, saat Anda menyampaikan rasa marah, kesal atau kekecewaan. Anda perlu mengontrol apa yang Anda sampaikan ke pasangan Anda. Jika Anda merasa bahwa yang Anda sampaikan itu akan menyakiti pasangan, lebih baik Anda diam sejenak dan melakukan hal-hal yang lain, supaya kata-kata yang keluar tidak memperparah keadaan.

Saat hubungan jarak jauh, perasaan kesendirian ditambah adanya kata-kata kasar yang keluar dari Anda hanya akan menambah buruk kondisi, karena Anda tidak punya kesempatan meralat apa yang sudah Anda sampaikan dengan bertatap muka saat itu juga. Yang sudah keluar dari mulut Anda, akan terngiang-ngiang saat Anda jauh dan terpendam dalam hati.

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa Anda lakukan demi kelangsungan hubungan jarak jauh Anda, namun semoga keenam hal diatas dapat menginspirasi Anda untuk melakukan hal lain yang lebih sesuai dengan karakter Anda dan pasangan.

Semoga sukses hubungan jarak jauh.

Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh I

By | Uncategorized | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terpisah jarak saat pacaran adalah hal yang biasa, mengingat pada saat pacaran memang semestinya kita tidak hidup dalam satu atap rumah. Namun dalam hal ini, kita akan membahas pacaran yang terpisah jarak sehingga memungkinkan pertemuan yang hanya 3 bulan sekali atau setengah tahun sekali atau bahkan sekali saja dalam 1 tahun sehingga kadang masih tetap merasa sendiri, membuat hubungan terasa tidak nyaman atau bahkan menegangkan. Sesungguhnya hidup di jaman sekarang dengan kondisi Long Distance Relationship / LDR ini bukan menjadi masalah besar lagi. Lalu, prinsip-prinsip apa yang bisa membuat LDR berjalan mulus?

1. Komunikasi
Setiap hari atau jika mungkin setiap saat, biasakan berkomunikasi via media apapun. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan utama, yang biasanya menjadi tantangan saat LDR terjadi. Manfaatkan segala media komunikasi seperti SMS, BBM, WhatsAp, Skype, dan media apapun, agar komunikasi tetap terjaga. Ceritakan hal-hal yang terjadi tiap hari melalui media tersebut, meskipun tidak seluruh cerita bisa disampaikan dengan lengkap. Yang penting, jika sudah mulai terjadi missed-communication atau salah paham karena komunikasi via text, usahakan untuk menyampaikannya dengan baik lewat telpon atau media yang bisa komunikasi interaktif secara actual.

2. Percaya itu Indah
Kekhawatiran itu pasti ada, dan kadang kita bertanya-tanya apakah sesungguhnya yang terjadi saat pasangan tidak bisa dihubungi. Namun kita perlu hidup sehat dengan membiasakan percaya terhadap pasangan. Jika kedua belah pihak mempunyai keinginan untuk menuju pada satu titik yang sama yaitu pernikahan yang membahagiakan, maka Anda perlu memberikan kepercayaan pada pasangan. Dan sebaliknya Anda dan pasangan wajib menjaga kepercayaan yang sudah diberikan dengan berbuat atau berperilaku yang bisa dipercaya.

3. Jujur
Kebiasaan untuk jujur adalah hal yang perlu dibina, sehingga kita terbiasa menjadi diri sendiri. Tidak perlu menyembunyikan sesuatu, karena hal ini hanya akan memupuk rasa curiga yang berkepanjangan. Namun Anda perlu pintar-pintar dalam menyampaikan kejujuran yang ada. Lihat situasi dan kondisi, jika ada sesuatu hal kurang nyaman untuk disampaikan lewat text, Anda tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya lewat telpon atau komunikasi visual interaktif. Lebih baik pasangan Anda marah karena Anda jujur, daripada pasangan Anda marah karena Anda berbohong. Seringkali Anda mendengar istilah white lie, yang biasanya digunakan untuk menjaga perasaan pasangan. Saran saya, jangan terbiasa melakukan hal ini, karena bagaimanapun jika Anda sering melakukan hal ini, maka pasangan akan menduga-duga dan menjadi kurang percaya. Jika ada hal-hal yang kurang enak disampaikan, maka carilah waktu yang tepat, suasana yang nyaman, lalu sampaikan dengan baik dan tenang. (bersambung)

7 Ramuan Mesra Sampai Tua

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mesra saat masa pacaran tentu hal biasa. Sebab, saat itu gairah masih menggebu-gebu. Bukan hanya itu, masalah yang menghadang pun terbilang masih dalam kadar yang mudah diatasi.

Namun, bagaimana ketika kita memasuki usia senja alias sudah berkepala lima alias 50an tahun. Bicara mesra terkadang menjadi cerita saja.

Saat kita menonton film Notebook yang dibintangi Ryan Gosling dan Rachel Mc Adams tahun 2004, yang mengisahkan sebuah cinta sejati yang membawa mereka pada kisah cinta sehidup semati, setiap pasangan suami istri tentu ingin mengalami hal tersebut. Hal itu tentu bila pasangan kita benar-benar mencintai.

Lalu sejak kapan kita perlu membina kisah cinta sehidup semati yang penuh kemesraan tersebut? Tentu jawabannya adalah kita tidak harus memulainya saat kulit sudah menunjukkan keriput dan guratan penuaan. Bahkan, sejak pernikahan masih dapat dihitung dengan jumlah jari dalam satu tangan, ingatlah beberapa hal di bawah ini, dan tumbuhkanlah sebagai kebiasaan. Pasalnya, kemesraan menjadi sebuah bumbu masakan yang perlu ditaburkan setiap saat agar aroma hidup berpasangan semerbak bak bau rempah-rempah yang mengundang gairah bersantap.

7 hal sederhana untuk membina kemesraan antara suami dan istri seperti berikut ini:

1. Cerita hal-hal yang terkesan “tidak penting”
Banyak hal sederhana yang terkadang Anda berpikir bahwa ini terlalu tidak penting untuk disampaikan sebagai bahan cerita ke pasangan Anda. Misalnya, cerita tentang Anda melihat iklan baru di pinggir jalan yang belum pernah Anda lihat. Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja dan saat bertemu Anda sudah sama-sama lelah, biasanya Anda hanya membahas yang penting saja masalah anak, administrasi, rumah, pekerjaan dan hal prioritas lain.

Namun, jangan anggap remeh tentang topik pembicaraan yang bukan prioritas ini, karena membuat variasi pembicaraan lebih ada dinamika dan bisa menjadi intermezzo. Bisa jadi, dari hal yang kurang penting ini memunculkan ide-ide untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.

2. Tertawa bersama
Carilah bahan-bahan untuk bisa membuat Anda dan pasangan tertawa sebebas mungkin. Bercandalah, karena hal ini membuat pondasi cinta sejati Anda semakin berbumbu. Saat Anda dan pasangan terbiasa tertawa bersama, Anda akan terus merindukan hal ini dan tidak bosan untuk mencari lagi candaan lain sehingga hubungan Anda selalu menyenangkan. Pada akhirnya, asosiasi bahwa sebuah pernikahan adalah hal yang menyenangkan adalah penting adanya. Anda bisa bercanda saat belanja, saat mengasuh anak, saat menonton TV, atau bahkan saat Anda sedih, berlatihlah untuk tetap menghadapi dengan senyuman. Saat menghadapi masalah serius pun, Anda akan bisa memandang dari perspektif yang lain karena Anda berdua yakin bahwa proses yang Anda akan jalani punya satu tujuan yaitu kebahagiaan. Ingatlah bahwa dengan tertawa, Anda juga bisa awet muda.

3. Ingat pertama kali
Saat bosan dan kejenuhan merajalela, atau saat melihat bahwa pasangan kita tidak tampil seperti yang dulu, tetap ingatlah selalu saat pertama Anda bertemu. Ingatlah pertama kali Anda tertarik dan menyatakan dalam hati “I am falling in love”. Ingatlah saat pertama kali Anda berkencan, saat pertama kali Anda berdekatan, ingatlah getar-getar perasaan Anda saat itu, dan yang terutama ingatlah saat Anda punya usaha yang besar dalam mempertahankan hubungan Anda dan pasangan. Dengan mengingat pertama kali berjumpa dulu, saat Anda marah pun, Anda bisa marah dengan penuh cinta. Bingung ya, bagaimana sih marah penuh cinta? Intinya adalah saat marah Anda tetap menjaga perasaan pasangan seperti saat Anda menjaga perasaannya pertama kali dulu.Yaitu, tidak mengucapkan kata-kata kasar, atau tidak mengungkapkan kemarahan di depan anak-anak Anda.

4. Jadwalkan kegiatan pacaran tetap ada dalam agenda
Usia boleh bertambah, anak bertambah dan usia pernikahan boleh berlipat ganda. Namun tetap biarkan kegiatan pacaran dipasang dalam agenda, meski frekuensinya perlu diatur jika Anda masih punya anak-anak balita. Misalnya, dulu saat pacaran sering traveling, tetaplah lakukan hal tersebut meski dengan pendekatan yang berbeda.Misalnya traveling yang dekat saja sehingga masih bisa mengontrol anak-anak Anda. Atau jika Anda biasa menonton konser music Rock, tetap jadwalkan saja, meski sekarang tidak bisa jingkrak- jingkrak seperti dulu. Nikmati aktivitas bersama dari hal yang sederhana seperti memasak bersama, menonton film, melakukan hobi bersama, dsb. Yang penting, pastikan Anda tidak melupakan kegiatan pacaran ini, minimal sebulan atau 2 bulan sekali Anda habiskan waktu khusus berduaan di luar rumah sehingga Anda tetap bisa menyirami ladang cinta Anda berdua. Tentunya saat Anda meninggalkan rumah, pastikan anak-anak Anda dalam keadaan baik dan ada dalam pantauan yang tepat, supaya tenang saat jalan-jalan berdua.

5. Perhatian
Bagi seorang wanita, perhatian adalah hal mutlak sebagai ukuran bahwa pasangannya adalah sosok mesra. Dari hal yang sederhana, mengomentari dandanan, gaya rambut, rasa masakan, sampai ke kondisi yang memang butuh perhatian besar seperti ketika dalam keadaan sakit, sedih, dan situasi bermasalah yang dihadapi. Sama halnya dengan laki-laki, merekapun tetap menjadikan perhatian pasangan adalah sebagai ukuran dari sebuah ungkapan mesra wanita.Bedanya, laki-laki ingin kebutuhan dasarnya menjadi titik perhatian, seperti lewat makanan, masakan, memijit lembut ketika merasa lelah atau menyiapkan pakaian kerja.Variasi dari ungkapan perhatian ini bisa bermacam-macam.Misalnya, memberikan surprise gift meski tidak sedang ulang tahun, kiriman kue ke kantor hanya untuk mengatakan I love You, surat cinta via email sebagai ungkapan perhatiannya pada rambut baru pasangan, atau perhatian lain yang diungkapkan berbeda-beda.

6. Sentuhan cinta
Yang dimaksud dalam hal ini adalah mengungkapkan cinta dalam berbagai bentuk sentuhan. Syukurlah jika bisa berlanjut dengan seks, tetapi jika tidak memungkinkan karena istri masih habis melahirkan atau mungkin sedang sakit, berikan sentuhan cinta yang membuat suasana rumah penuh senyuman. Jika kondisi suami istri sehat, seks rutin bisa menumbuhkan keterikatan antara suami-istri yang optimal.

7. Ciptakan momen
Terlepas dari hal-hal mendasar, kesempatan berunjuk mesra adalah hal utama yang perlu Anda sadari dan harus Anda temukan. Jadikan kemesraan menjadi ajang action bagi anda dan pasangan untuk berekspresi dalam sebuah kesempatan. Ketika berjalan bersama, ketika berdua di dapur, saat makan bersama di restoran, menemani anak-anak bermain, ketika melakukan perjalanan bersama, ketika sakit, dan masih banyak momen yang bisa dijadikan ajang Anda untuk unjuk kemesraan, meskipun Anda tidak sempat pergi keluar rumah karena berbagai kondisi.Jadi, temukan sendiri momen yang anda rasa sesuai untuk menghadirkan kemesraan dengan mengekspresikan rasa cinta, ketulusan dan perhatianAnda.

Masih ada banyak cara untuk bisa bermesraan dengan pasangan Anda, tergantung dari karakteristik Anda berdua.Tiap pasangan suami-istri tentu punya cara unik sendiri yang bisa menambah kemesraan. Yang penting harus diingat, kemesraan antara suami-istri mempunyai dampak positif terhadap keharmonisan rumahtangga, yang pada akhirnya akan memberi pembelajaran yang baik bagi anak-anak Anda. Anak-anak yang melihat orangtuanya harmonis, akan belajar menghargai orang lain, hidup dengan lebih bijak dan belajar menata emosi.
Selamat bermesraan

Berhenti Salahkan Orang Lain Demi Kebahagiaan Anda

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketika sesuatu masalah terjadi di luar harapan kita, kadang kita cenderung menyalahkan orang lain. Misalnya, ada sesuatu barang yang hilang, pasti seseorang telah memindahkannya. Mobil tidak bekerja dengan baik, pasti mekaniknya tidak memperbaiki dengan benar; pengeluaran Anda melebihi pendapatan, pasti pasangan Anda menghabiskan banyak uang. Rumah sangat berantakan, pasti Anda jadi satu-satunya orang yang akan membereskan rumah Anda. Proyek kerja Anda terlambat, pasti kolega Anda tidak bekerja sesuai dengan bagiannya, dan masih banyak hal yang lainnya.

Kebiasaan berpikir “blaming others” atau “menyalahkan orang lain” ini sudah menjadi hal yang secara tidak sadar ada dalam budaya kita. Dari sisi individu sebagai pribadi, hal ini menunjukkan bahwa kita tidak pernah benar-benar bertanggungjawab terhadap apa yang sudah kita lakukan, dari masalah yang kita hadapi dan kebahagiaan kita. Dari sisi sosial, itu akan mengarahkan kepada tuntutan hukum yang sembrono dan alasan konyol yang memungkinkan lolosnya pelaku kriminal. Ketika kita terbiasa menyalahkan orang lain, kita menyalahkan orang lain atas kemarahan kita, frustrasi, depresi, stress dan ketidakbahagiaan kita.

Dalam hal kebahagiaan pribadi, Anda tidak akan tenang ketika dalam waktu yang sama Anda menyalahkan orang lain. Meskipun sudah pasti pada suatu saat, orang lain punya kontribusi terhadap masalah yang kita hadapi, tetapi sebenarnya kita sendiri yang punya tanggungjawab atas kebahagiaan kita. Bukan keadaan yang membuat seseorang bahagia, tetapi keadaan tersebut yang mengajak kita memilih mau bahagia atau tidak.

Sebagai percobaan, coba perhatikan apa yang terjadi ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain untuk segala hal dalam hidup Anda. Perlu dicatat, ini bukan berarti Anda tidak meminta pertanggungjawaban orang lain atas tindakan mereka. Tetapi ini demi tanggungjawab Anda pribadi terhadap kebahagiaan Anda sendiri. Misalnya, ketika rumah kotor dan berantakan, daripada berpikir bahwa hanya Anda satu-satunya orang yang akan membersihkan rumah, bersihkan saja langsung tanpa merasa sakit hati dan mengomel. Ketika uang Anda selalu habis tiap bulan, cari tahu bagaimana Anda dapat mengurangi penggunaan uang tanpa menyalahkan pasangan Anda. Yang paling penting, ketika Anda tidak bahagia, ingatkan pada diri Anda sendiri, bahwa hanya Anda sendiri yang bisa membuat Anda bahagia.

Menyalahkan orang lain akan mengambil sejumlah besar dari energi mental Anda. Ini semacam mind-set “drag-me-down” yang menyeret Anda pada stress dan penyakit. Menyalahkan orang lain membuat Anda tidak punya kuasa terhadap hidup Anda sendiri karena kebahagiaan Anda bertumpu pada action dan perilaku orang lain yang tidak bisa Anda kontrol. Ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain, Anda akan mendapatkan kembali kekuatan pribadi. Anda akan melihat bahwa Andalah sang pembuat pilihan terseebut. Anda akan tahu bahwa ketika Anda sedih, Anda yang punya peran besar untuk menciptakan perasaan Anda. Artinya, Anda sendiri punya peran kunci untuk menciptakan perasaan baru, yang lebih positif. Kehidupan adalah tantangan besar yang menyenangkan dan akan lebih mudah untuk dikelola ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain. Give it a try and see what happens. Salam sukses dan bahagia.