3 Tips untuk Dapatkan Dukungan dari Pasangan

By | Kei Savourie | No Comments

Jakarta – Dukungan dari pasangan sangat dibutuhkan, terutama saat kita menghadapi masalah. Dengan dukungan dari pasangan, kamu akan merasa bersemangat untuk mengatasi kesulitan yang tengah kamu jalani.

Sayangnya, kadang kala kita merasa nggak cukup didukung oleh pasangan, misalnya dalam hal mengejar karier, pekerjaan, mendapatkan promosi, atau masalah anak. Biar bagaimanapun, pasangan adalah orang terdekat yang kehadirannya kamu butuhkan. Kurangnya dukungan dari pasangan, bisa bikin kamu merasa kesepian.

Terus, gimana dong cara mendapatkan dukungan dari pasangan? Berikut beberapa tips dari Kei Savourie, Relationship Coach sekaligus Founder kelascinta.com.

Yuk, simak ulasannya, guys!

1. Dukung Duluan dengan Cara yang Benar

1617960226-tips-pacaran-awet---freepik-halayalex.jpg

Sumber: Ilustrasi. (freepik/halayalex)

Dalam berhubungan, kamu nggak bisa mengharapkan pasangan akan mendukung, kalau kamu nggak mulai duluan. Apalagi, kalau pasangan kamu bukan tipe orang yang ekspresif dengan perasaannya. Karena itu, tunjukkan dulu perhatian dan dukunganmu dengan bilang ‘I love you’, memeluk, memberikan nasihat, atau membantu mengatasi masalahnya. Selain itu, cari tahu dukungan seperti apa yang dibutuhkan pasangan.

“Misalnya, pasangan lagi pulang kantor dan merasa stres atau capek, pasangan cuma mau didengerin atau dipeluk. Tapi seringnya, kita malah malah menasihati. Meskipun ini juga bentuk dukungan, namun caranya bukan yang diinginkan pasangan. Kalau sudah begini, pasangan akan merasa nggak disupport. Ini adalah kesalahan klasik, yang malah jadi bikin berantem,” papar Kei dalam webinar ‘Supaya Selalu Didukung oleh Pasangan, Kita Harus Gimana?’, Minggu (2/5/2021).

Menurut Kei, ketika kita memberi dukungan dengan cara yang dia butuhkan, pasangan juga akan senang untuk balik support kamu. Pasangan yang happy dan merasa didukung, juga akan termotivasi untuk memberi dukungan lagi ke depannya.

2. Minta Dukungan dari Pasangan Sesuai yang Kita Butuhkan

1614212656-nikah-tanpa-pacaran---freepik-wayhomestudio.jpg

Sumber: Ilustrasi menikah tanpa pacaran/Freepik: Wayhomestudio

Agar kamu juga mendapatkan dukungan seperti yang kamu harapkan, jelaskan bentuk dukungan yang lagi kamu butuhkan. Daripada ngomong, “Kamu itu nggak support aku!”, lebih baik kamu jelaskan “Sayang, saat ini aku butuh kamu semangatin aku aja.” Atau, kamu juga bisa langsung bilang apa yang kamu butuhkan dari pasangan. Misalnya, “Boleh nggak kamu gantiin aku dulu untuk jaga anak, sementara aku selesaikan pekerjaan.”

3. Hargai Dukungan yang Sudah Diberikan oleh Pasangan

1614212630-nikah-tanpa-pacaran---freepik-senivpetro.jpg

Sumber: Ilustrasi menikah tanpa pacaran (Freepik/Seniv Petro)

Cara terakhir untuk mendapatkan dukungan dari pasangan bukan dengan disindir, diomelin, atau dimarahin, guys. Sebaliknya, berikan pujian atau apresiasi atas apa yang sudah dilakukannya padamu. Misalnya, saat pacar menjemput, kamu bisa bilang, “Makasih sayang udah panas-panas jemput aku,” jangan malah diomelin seperti “Kok jemputnya telat sih!”

Ketika kamu memberi apresiasi atas dukungan yang diberikan pasangan, dia akan merasa dihargai. Meskipun pasangan memberi dukungan dengan cara yang salah, kita pun tetap harus menghargai niat baiknya. Kamu bisa bilang, “Makasih ya nasihatnya, tapi aku lagi butuh buat didengerin aja.”

Apalagi, kalau bentuk dukungannya sesuai dengan yang kita maui, jangan lupa untuk memujinya. “Wah, makasih ya kamu ngertiin aku banget, aku memang lagi butuh dipeluk dan diberi semangat”. Dengan begitu, pasangan akan bersemangat dan lebih termotivasi untuk terus mendukung kamu.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/3-tips-untuk-dapatkan-dukungan-dari-pasangan-U31210

Mengenal 3 Tanda Burnout Syndrome

By | Bertha Sekunda | No Comments

Jakarta – Stres karena pekerjaan yang menumpuk dan tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan burnout syndrom. Kalau kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bisa berakibat buruk untuk kesehatan fisik dan mental.

Dalam webinar ‘Ngabuburit Ngilmu, Yuk’ yang digelar Kencomm Indonesia, Psikolog Bertha Sekunda memaparkan 3 gejala yang menandakan kamu mengalami burnout syndrome. Apa saja?

1. Tidak Produktif

1598365245-stress-(1).jpg

Sumber: Ilustrasi stres. (Freepik)

Saat mengalami burnout syndrome, seseorang akan merasa mudah lelah dan tidak antusias dalam melakukan pekerjaan. Kurangnya motivasi ini pun menyebabkan performa kerja seseorang menurun dan menjadi kurang produktif.

“Biasanya tanda yang paling jelas tidak produktif. Misal kerjaannya seharian cuma berkutat dengan smartphone, tapi tidak melakukan apapun yang bermanfaat,” jelas Bertha dalam webinar ‘Mindful Living untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Keseimbangan dalam Bekerja’.

2. Sering minder dan sensitif

1608259412-stress.jpg

Sumber: Ilustrasi depresi (Freepik)

Orang yang mengalami burnout syndrome juga mengalami perubahan emosional yang signifikan. Pengidapnya sering merasa gagal, rendah diri, merasa terjebak dalam pekerjaan, dan menjadi lebih sensitif.

“Biasanya orang yang mengalami burnout sering merasa tidak berguna dan selalu gloomy. Dia merasa berada di fase yang tidak menyenangkan meski dia tahu ada yang salah dalam dirinya”

3. Sering sakit

1591869023-stres-sakit-perut3.jpg

Sumber: null

Selain perubahan emosional, orang yang mengalami syndrom burnout juga menjadi mudah sakit, seperti nyeri otot, migrain, gangguan makan dan tidur. 

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/mengenal-3-tanda-burnout-syndrome-U31142

Awas! 4 Hal Ini Bisa Bikin Seseorang Kehilangan Hak Mewaris

By | Rinto Wardana | No Comments

Jakarta – Warisan adalah permasalahan yang sangat sensitif. Saking sensitifnya, masalah ini sering menimbulkan sengketa.

Biasanya karena ahli waris merasa pembagian yang dibuat tidak adil. Dan itu memicu orang yang tidak puas melakukan hal-hal ‘berbahaya’ yang sebenarnya mengancam posisi mereka sebagai pewaris.

Praktisi hukum, Rinto Wardhana, pun membeberkan ada empat hal yang wajib dihindari agar tidak kehilangan hak mewaris. Di antaranya: 

1. Membunuh atau mencoba membuhuh pewaris

Dipaparkan Rinto, pewaris bisa kehilangan hak mewarisnya bila ia melakukan pembunuhan.

“Mungkin hidup si ahli waris dari segi ekonomi tidak memadai, tapi dia melihat orang tuanya punya warisan banyak, maka dia mencoba mengambil warisan itu dengan mengangkat nyawa orang tuanya,” kata Rinto dalam webinar bertema ‘Lindungi Harta Waris agar Tak Jadi Sengketa’, yang digelar Kencomm Indonesia, Minggu (25/4/2021).

1619406907-rinto-wardana-kencomm.jpg

Sumber: Praktisi hukum, Rinto Wardhana, di webinar yang digelar Kencomm Indonesia, Minggu (25/4/2021).

2. Diputus bersalah oleh pengadilan karena memfitnah pewaris telah melakukan kejahatan

Selain membunuh, rupanya memfitnah juga membuat calon pewaris bisa kehilangan hak mewarisnya.

“Ini berbahaya juga. Kita sebagai anak jangan sampai memfitnah orang tua kita hanya karena kita punya ambisi mendapatkan warisan tersebut,” ujar Rinto.

3. Mencegah pewaris dengan kekerasan untuk membuat atau mencabut surat wasiat

Mungkin ahli waris tidak membunuh atau memfitnah pewaris sah, namun bila orang tersebut mengintimidasi pewaris untuk membuat atau mencabut surat wasiatnya, maka orang tersebut juga bisa kehilangan hak warisnya.

“Ini yang paling bahaya. Mungkin yang merasa ‘saya kan tidak membunuh atau memfitnah pewaris’, tapi ketika melakukan kekerasan kepada pewaris ini sangat tidak boleh dilakukan,” pungkasnya.

4. Merusak dan menggelapkan surat wasiat

Hal terakhir yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan hak warisnya adalah bila orang tersebut merusak atau menggelapkan surat wasiat.

“Merusak dan menggelapkan surat wasiat yang bersifat di bawah tangan maka membuat orang tersebut kehilangan hak warisnya,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/awas-4-hal-ini-bisa-bikin-seseorang-kehilangan-hak-mewaris-U30642

Pengin Pernikahan Langgeng? Ini 4 Tips dari Ustaz Hilman Fauzi

By | Ustadz Hilman Fauzi | No Comments

Jakarta – Guys, kalian sudah punya pasangan dan siap menikah? Jika iya, siapkan diri sebaik-baiknya ya, pasalnya kehidupan pasca menikah akan mengalami masalah, jika tidak bisa mengatasinya hubunganmu akan berakhir dengan perceraian.

Dalam Agama Islam, tujuan menikah memiliki arti mendalam. Dalam al Quran dituliskan, bahwa Allah SWT menyampaikan berbagai berkah di balik pernikahan. Meski aktivitas bersama pasangan halal itu dianggap sederhana, namun bernilai pahala dan sedekah.

Lantas bagaimana ya tips agar hubungan langgeng dalam pernikahan? Berikut tipsnya dari Ustaz Hilman Fauzi dalam virtual zoom dengan Kencomm, Sabtu (24/4/2021).

1. Habiskan Waktu dengan Pasangan

Dalam Islam, menikah adalah ibadah yang paling lama. Di sini, kamu dan pasanganmu akan menghabiskan waktu bersama sepanjang masa.

Pernikahan sejatinya adalah bertahan, sehingga apapun yang terjadi, kamu dan pasangan akan sama-sama menemukan solusi, daripada berhenti begitu saja. 

“Menikah untuk bahagia itu salah, yang benar itu untuk mencari keberkahan. Dalam ikatan pernikahan, kita akan menghabiskan waktu dengan pasangan, kita tahu satu sama lain,” katanya.

2. Menyatukan 2 Hal

Dalam menikah, bukan hanya menyatukan dua insan yang saling mencintai, melainkan juga menyatukan dua keluarga. Sebisa mungkin dekatkan diri dengan keluarga pasangan karena mereka akan menjadi keluargamu juga. 

“Menikah nggak hanya kamu atau aku tapi kita. Kunci utama adalah menyatukan dua hal, yakni keluarga karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua,” bebernya.

3. Melengkapi Satu Sama Lain

Suami dan istri wajib saling mencintai dan saling menghormati, pasalnya hubungan rumah tangga akan selalu harmonis jika kebersamaan di antara keduanya selalu terbidik oleh rasa cinta yang dihasilkan dari saling menghormati.

Apabila kamu dan pasanganmu mampu saling menghormati maka keadaan untuk saling menuntut tanggung jawabpun tidak akan pernah terjadi. 

4. Komunikasi

Kunci utama hubungan langgeng adalah komunikasi. Sebisa mungkin, kamu dan pasanganmu harus tetap menjaga komunikasi. Dan jangan jadikan alasan meski satu atap, tetapi komunikasi terputus.

“Tetap harus komunikasi apapun masalahnya. Suami dan istri harus selalu saling berkabar. Misalnya masalah pekerjaan , mengurus rumah tangga atau mengurus anak,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/pengin-pernikahan-langgeng-ini-4-tips-dari-ustaz-hilman-fauzi-U30560