admin

Mantan Pacar Tagih Balikin Barang Pas Putus, Emang Bisa?

By | Bareyn Mochaddin | No Comments

Jakarta – Urbanreaders, sering nggak sih kalian baca thread viral soal mantan yang minta balikin barangnya lagi pas udah putus?

Kalau dari cerita-cerita viral itu, banyak yang mengaku pas masih pacaran dibelikan banyak barang, seperti tas atau ponsel. Pas putus, si mantan minta dibalikin lagi barang dan uang yang sudah ia keluarkan selama pacaran. 

Nah, bisa nggak sih mantan pacar menuntut apa yang udah mereka keluarkan selama pacaran?

Perencana keuangan Bareyn Mochaddin pun memberikan tanggapannya terkait kasus semacam itu.

“Ketika pacaran belum ada apa-apa, belum ada status hukum. Sehingga ketika bertindak sesuatu dan itu berdampak pada diri maka tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu termasuk hadiah yang diberikan saat pacaran, tidak bisa diminta balik,” ujar Bareyn dalam IG Live URwealth sore ini (31/3/2021). 

Itu kalau barang yang diminta balik masih barang ‘kecil’ ya seperti tas. Tapi bagaimana kalau barang yang diberikan barang mewah seperti mobil, rumah, bahkan tanah?

Kalau yang diberikan barang mewah, Bayern menyebut itu bisa diminta balik. 

“Apa yang sudah kita berikan pada orang lain itu sebenarnya tidak bisa ditarik kembali. Cuma ada hal-hal yang mungkin bisa ditarik kembali, misalnya dikasih tanah. Nah, tanah itu belum dibalik nama atau tidak ada akta hibahnya, nah itu bisa ditarik kembali,” jelas Bareyn.

Bareyn pun juga mengingatkan kalau pihak yang diberi barang mewah jangan asal menerima, minta kejelasan dulu asal barang itu dari mana.

“Sangat-sangat harus tahu dari mana uangnya. Harus dipastikan juga uangnya bukan dari korupsi supaya kita nggak keseret nantinya. Jadi harus dipastikan dari mana ya, apalagi kalau barangnya mahal,” tutup Bareyn. 

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/mantan-pacar-tagih-balikin-barang-pas-putus-emang-bisa-U28566

Tips Menghindari Rugi Keuangan saat Pacaran

By | Bareyn Mochaddin | No Comments

Jakarta – Masa pacaran jadi masa-masa yang indah, apalagi buat yang baru jadian.

Pacar, umumnya pihak laki-laki, pastinya ingin memanjakan kekasihnya. Dan itu dilakukan dengan beragam bentuk, seperti memberi berbagai hadiah atau membelanjakan kekasihnya.

Namun setelah berjalan lama, dan akhirnya putus, si pihak yang ‘memberi’ ini seringkali merasa dirinya dirugikan. Karena sudah memberi banyak, tapi akhirnya tetap putus.

Dan dari situ, akhirnya banyak kasus mantan pasangan yang meminta dikembalikan barang dan uang yang sudah dikeluarkan selama pacaran.

Nah, melihat fenomena itu perencana keuangan Bareyn Mochaddin pun memberikan tanggapannya.

“Ketika pacaran belum ada apa-apa, belum ada status hukum, jadi tanggung jawab itu tidak ada. Sehingga kemudian ketika bertindak sesuatu dan itu berdampak pada diri maka tidak bisa dipertanggungjawabkan. Itu termasuk hadiah yang diberikan saat pacaran, tidak bisa diminta balik,” ujar Bareyn dalam IG Live URwealth sore ini (31/3/2021). 

Dipaparkannya, hubungan itu merupakan sebuah investasi. Jadi bisa tumbuh dan berkembang, tapi di satu sisi ada juga risikonya, yakni putus dan patah hati. Dan itu termasuk pengeluaran selama pacaran.

Untuk menghindari diri merasa dirugikan saat pacaran, Bareyn memberikan tips nih bagi pasangan.

Menurutnya ada dua hal yang perlu diingat agar tidak merasa rugi saat pacaran. Pertama adalah apa tujuan berpacarannya.

“Satu tujuan pacarannya buat apa diperjelas, apakah hanya senang-senang atau ada tujuan akhirnya. Jadi tujuannya yang harus diperjelas,” jelas perencana keuangan tersebut.

“Kalau tujuannya menikah ada fase kehidupan setelah pernikahan yang mana butuh biaya, sehingga saat pacaran tidak menghambur-hamburkan uang. Kalau pacarannya hanya untuk senang-senang, ya keluar uangnya juga hanya untuk senang-senang,” lanjutnya lagi.

Poin kedua yang penting menurut Bareyn adalah kejujuran, terutama pada diri sendiri.

“Kedua kejujuran pada diri sendiri karena itu yang paling sulit sebenarnya. Jangan karena ingin impress orang yang kita incar, kita akan mengerahkan segala daya dan upaya yang kemudian menimbulkan kerugian pada kita,” jelas Bareyn lagi. 

Perencana keuangan tersebut mengungkap kalau pasangan harus berani mengatakan dengan jujur kemampuan keuangannya seperti apa dari awal sehingga tidak menimbulkan kekecewaan belakangan. 

Dengan jujur sejak awal, maka pasangan tidak akan berekspektasi terlalu tinggi. 

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/tips-menghindari-rugi-keuangan-saat-pacaran-U28564

Bisnis Bareng Pacar? Ini yang Perlu Kamu Perhatikan

By | Bareyn Mochaddin | No Comments

Jakarta – Belakangan ini tidak sedikit pasangan yang mendirikan bisnis bareng.

Namun saat putus, ini bisa jadi permasalahan. Pasalnya tak jarang keduanya jadi saling klaim bisnis tersebut.

Perencana keuangan Bareyn Mochaddin pun memaparkan hal yang harus diperhatikan saat membangun bisnis bersama pacar. Menurutnya yang utama adalah bagaimana memosisikan diri.

“Yang paling sulit adalah memosisikan diri, kapan sebagai pasangan kapan sebagai partner bisnis. Itu yang jadi PR utama,” jelas Bareyn dalam IG Live URwealth sore ini (31/3/2021). 

Pasalnya perselisihan dalam hubungan asmara bisa berdampak juga pada bisnis bersama.

Maka dari itu, Bareyn menekankan yang paling awal wajib disampaikan pada pasangan saat ingin menjalani bisnis bersama adalah bagaimana harus memosisikan diri. 

Selain soal memosisikan diri, Bareyn juga menyatakan pasangan yang berbisnis harus memperhatikan soal keuangannya, pencatatannya, pemegang keputusan, pembukuannya, dan lain sebagainya.

“Jadi ada dua hal saat bisnis bareng pasangan, bukan hanya tentang keuangan tapi juga tentang berbagi perannya,” sambungnya lagi. 

Bareyn pun memberikan saran bagi pasangan yang ingin berbisnis bersama. Menurutnya, kuncinya adalah pada pencatatan.

“Ketika mau bisnis bareng pacar bikin pencatatan awalnya. Pihak laki-laki misalnya menaruh dana Rp 10 juta, pasangannya hanya kasih ide atau sama-sama menaruh 10 juta. Itu dicatat aja. Kemudian dibikin hitam dan putihnya karena pacaran itu kan tidak menimbulkan dampak hukum sama sekali. Berbeda dengan halnya suami istri,” jelas Bareyn.

“Jadi pencatatan itu menjadi hal yang sangat penting,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/bisnis-bareng-pacar-ini-yang-perlu-kamu-perhatikan-U28568

3 Alasan Kenapa Hobi Kamu Jadi Mahal!

By | Annissa Sagita | No Comments

Jakarta – Urbanreaders, hobi kalian apa nih? Apa melukis, merajut, memancing, atau apa nih?

Hobi sering terpinggirkan karena hanya dilakukan kalau kita ingin saja dan biasanya tidak memerlukan biaya. Tapi siapa sangka, hobi ternyata juga bikin pengeluaran boros loh. Kok bisa sih?

Financial Planner, Annissa Sagita, menyebut ada tiga hal yang bikin hobi jadi mahal.

1. Peralatan Khusus

Hobi bikin mahal karena hobi tersebut membutuhkan peralatan khusus, misalnya fotografi atau memancing. 

“Pertama dia perlu peralatan khusus. Misalnya fotografi, butuh kamera juga lensa, dan itu harganya relatif lebih besar biayanya dibanding yang lain,” kata Annissa dalam webinar bertema ‘Lancar Ngebiayain Hobi dan Finansial Tetap Sehat’, yang digelar Kencomm Indonesia, Sabtu (8/5/2021).

1620480579-kencomm.jpg

Sumber: Financial Planner, Annissa Sagita, di webinar bertema ‘Lancar Ngebiayain Hobi dan Finansial Tetap Sehat’, yang digelar Kencomm Indonesia, Sabtu (8/5/2021).

2. Komunitas

Dikatakan Annisa, bergabung dengan sebuah komunitas rupanya membuat pengeluaran jadi lebih besar. Pasalnya kita ketemu orang sama-sama yang suka.

“Lari misalnya. Kalau kita nggak gabung komunitas, kita lari ya lari aja dengan sepatu yang ada selama nyaman. Tapi begitu gabung, kita jadi tahu banyak jenis sepatu, belum perlu jam tangan pintar untuk mengukur jarak tempuh sampai detak jantung,” pungkas Annisa.

3. Tidak Ada Prioritas

Faktor terakhir hobi bisa jadi mahal dikatakan Annissa karena kita tidak merencanakan keuangan dengan benar.

“Sebelumnya mungkin uang kita cukup untuk menjalankan hobi seperlunya. Tapi karena pengaruh-pengaruh lain terus kita tidak bisa mengontrol diri, mengontrol prioritas jadinya boncos,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/3-alasan-kenapa-hobi-kamu-jadi-mahal-U31792

3 Tips untuk Dapatkan Dukungan dari Pasangan

By | Kei Savourie | No Comments

Jakarta – Dukungan dari pasangan sangat dibutuhkan, terutama saat kita menghadapi masalah. Dengan dukungan dari pasangan, kamu akan merasa bersemangat untuk mengatasi kesulitan yang tengah kamu jalani.

Sayangnya, kadang kala kita merasa nggak cukup didukung oleh pasangan, misalnya dalam hal mengejar karier, pekerjaan, mendapatkan promosi, atau masalah anak. Biar bagaimanapun, pasangan adalah orang terdekat yang kehadirannya kamu butuhkan. Kurangnya dukungan dari pasangan, bisa bikin kamu merasa kesepian.

Terus, gimana dong cara mendapatkan dukungan dari pasangan? Berikut beberapa tips dari Kei Savourie, Relationship Coach sekaligus Founder kelascinta.com.

Yuk, simak ulasannya, guys!

1. Dukung Duluan dengan Cara yang Benar

1617960226-tips-pacaran-awet---freepik-halayalex.jpg

Sumber: Ilustrasi. (freepik/halayalex)

Dalam berhubungan, kamu nggak bisa mengharapkan pasangan akan mendukung, kalau kamu nggak mulai duluan. Apalagi, kalau pasangan kamu bukan tipe orang yang ekspresif dengan perasaannya. Karena itu, tunjukkan dulu perhatian dan dukunganmu dengan bilang ‘I love you’, memeluk, memberikan nasihat, atau membantu mengatasi masalahnya. Selain itu, cari tahu dukungan seperti apa yang dibutuhkan pasangan.

“Misalnya, pasangan lagi pulang kantor dan merasa stres atau capek, pasangan cuma mau didengerin atau dipeluk. Tapi seringnya, kita malah malah menasihati. Meskipun ini juga bentuk dukungan, namun caranya bukan yang diinginkan pasangan. Kalau sudah begini, pasangan akan merasa nggak disupport. Ini adalah kesalahan klasik, yang malah jadi bikin berantem,” papar Kei dalam webinar ‘Supaya Selalu Didukung oleh Pasangan, Kita Harus Gimana?’, Minggu (2/5/2021).

Menurut Kei, ketika kita memberi dukungan dengan cara yang dia butuhkan, pasangan juga akan senang untuk balik support kamu. Pasangan yang happy dan merasa didukung, juga akan termotivasi untuk memberi dukungan lagi ke depannya.

2. Minta Dukungan dari Pasangan Sesuai yang Kita Butuhkan

1614212656-nikah-tanpa-pacaran---freepik-wayhomestudio.jpg

Sumber: Ilustrasi menikah tanpa pacaran/Freepik: Wayhomestudio

Agar kamu juga mendapatkan dukungan seperti yang kamu harapkan, jelaskan bentuk dukungan yang lagi kamu butuhkan. Daripada ngomong, “Kamu itu nggak support aku!”, lebih baik kamu jelaskan “Sayang, saat ini aku butuh kamu semangatin aku aja.” Atau, kamu juga bisa langsung bilang apa yang kamu butuhkan dari pasangan. Misalnya, “Boleh nggak kamu gantiin aku dulu untuk jaga anak, sementara aku selesaikan pekerjaan.”

3. Hargai Dukungan yang Sudah Diberikan oleh Pasangan

1614212630-nikah-tanpa-pacaran---freepik-senivpetro.jpg

Sumber: Ilustrasi menikah tanpa pacaran (Freepik/Seniv Petro)

Cara terakhir untuk mendapatkan dukungan dari pasangan bukan dengan disindir, diomelin, atau dimarahin, guys. Sebaliknya, berikan pujian atau apresiasi atas apa yang sudah dilakukannya padamu. Misalnya, saat pacar menjemput, kamu bisa bilang, “Makasih sayang udah panas-panas jemput aku,” jangan malah diomelin seperti “Kok jemputnya telat sih!”

Ketika kamu memberi apresiasi atas dukungan yang diberikan pasangan, dia akan merasa dihargai. Meskipun pasangan memberi dukungan dengan cara yang salah, kita pun tetap harus menghargai niat baiknya. Kamu bisa bilang, “Makasih ya nasihatnya, tapi aku lagi butuh buat didengerin aja.”

Apalagi, kalau bentuk dukungannya sesuai dengan yang kita maui, jangan lupa untuk memujinya. “Wah, makasih ya kamu ngertiin aku banget, aku memang lagi butuh dipeluk dan diberi semangat”. Dengan begitu, pasangan akan bersemangat dan lebih termotivasi untuk terus mendukung kamu.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/3-tips-untuk-dapatkan-dukungan-dari-pasangan-U31210

Mengenal 3 Tanda Burnout Syndrome

By | Bertha Sekunda | No Comments

Jakarta – Stres karena pekerjaan yang menumpuk dan tidak diatasi dengan baik bisa menyebabkan burnout syndrom. Kalau kondisi ini dibiarkan terlalu lama, bisa berakibat buruk untuk kesehatan fisik dan mental.

Dalam webinar ‘Ngabuburit Ngilmu, Yuk’ yang digelar Kencomm Indonesia, Psikolog Bertha Sekunda memaparkan 3 gejala yang menandakan kamu mengalami burnout syndrome. Apa saja?

1. Tidak Produktif

1598365245-stress-(1).jpg

Sumber: Ilustrasi stres. (Freepik)

Saat mengalami burnout syndrome, seseorang akan merasa mudah lelah dan tidak antusias dalam melakukan pekerjaan. Kurangnya motivasi ini pun menyebabkan performa kerja seseorang menurun dan menjadi kurang produktif.

“Biasanya tanda yang paling jelas tidak produktif. Misal kerjaannya seharian cuma berkutat dengan smartphone, tapi tidak melakukan apapun yang bermanfaat,” jelas Bertha dalam webinar ‘Mindful Living untuk Menjaga Kesehatan Mental dan Keseimbangan dalam Bekerja’.

2. Sering minder dan sensitif

1608259412-stress.jpg

Sumber: Ilustrasi depresi (Freepik)

Orang yang mengalami burnout syndrome juga mengalami perubahan emosional yang signifikan. Pengidapnya sering merasa gagal, rendah diri, merasa terjebak dalam pekerjaan, dan menjadi lebih sensitif.

“Biasanya orang yang mengalami burnout sering merasa tidak berguna dan selalu gloomy. Dia merasa berada di fase yang tidak menyenangkan meski dia tahu ada yang salah dalam dirinya”

3. Sering sakit

1591869023-stres-sakit-perut3.jpg

Sumber: null

Selain perubahan emosional, orang yang mengalami syndrom burnout juga menjadi mudah sakit, seperti nyeri otot, migrain, gangguan makan dan tidur. 

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/mengenal-3-tanda-burnout-syndrome-U31142

Awas! 4 Hal Ini Bisa Bikin Seseorang Kehilangan Hak Mewaris

By | Rinto Wardana | No Comments

Jakarta – Warisan adalah permasalahan yang sangat sensitif. Saking sensitifnya, masalah ini sering menimbulkan sengketa.

Biasanya karena ahli waris merasa pembagian yang dibuat tidak adil. Dan itu memicu orang yang tidak puas melakukan hal-hal ‘berbahaya’ yang sebenarnya mengancam posisi mereka sebagai pewaris.

Praktisi hukum, Rinto Wardhana, pun membeberkan ada empat hal yang wajib dihindari agar tidak kehilangan hak mewaris. Di antaranya: 

1. Membunuh atau mencoba membuhuh pewaris

Dipaparkan Rinto, pewaris bisa kehilangan hak mewarisnya bila ia melakukan pembunuhan.

“Mungkin hidup si ahli waris dari segi ekonomi tidak memadai, tapi dia melihat orang tuanya punya warisan banyak, maka dia mencoba mengambil warisan itu dengan mengangkat nyawa orang tuanya,” kata Rinto dalam webinar bertema ‘Lindungi Harta Waris agar Tak Jadi Sengketa’, yang digelar Kencomm Indonesia, Minggu (25/4/2021).

1619406907-rinto-wardana-kencomm.jpg

Sumber: Praktisi hukum, Rinto Wardhana, di webinar yang digelar Kencomm Indonesia, Minggu (25/4/2021).

2. Diputus bersalah oleh pengadilan karena memfitnah pewaris telah melakukan kejahatan

Selain membunuh, rupanya memfitnah juga membuat calon pewaris bisa kehilangan hak mewarisnya.

“Ini berbahaya juga. Kita sebagai anak jangan sampai memfitnah orang tua kita hanya karena kita punya ambisi mendapatkan warisan tersebut,” ujar Rinto.

3. Mencegah pewaris dengan kekerasan untuk membuat atau mencabut surat wasiat

Mungkin ahli waris tidak membunuh atau memfitnah pewaris sah, namun bila orang tersebut mengintimidasi pewaris untuk membuat atau mencabut surat wasiatnya, maka orang tersebut juga bisa kehilangan hak warisnya.

“Ini yang paling bahaya. Mungkin yang merasa ‘saya kan tidak membunuh atau memfitnah pewaris’, tapi ketika melakukan kekerasan kepada pewaris ini sangat tidak boleh dilakukan,” pungkasnya.

4. Merusak dan menggelapkan surat wasiat

Hal terakhir yang dapat menyebabkan seseorang kehilangan hak warisnya adalah bila orang tersebut merusak atau menggelapkan surat wasiat.

“Merusak dan menggelapkan surat wasiat yang bersifat di bawah tangan maka membuat orang tersebut kehilangan hak warisnya,” tutupnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/awas-4-hal-ini-bisa-bikin-seseorang-kehilangan-hak-mewaris-U30642

Pengin Pernikahan Langgeng? Ini 4 Tips dari Ustaz Hilman Fauzi

By | Ustadz Hilman Fauzi | No Comments

Jakarta – Guys, kalian sudah punya pasangan dan siap menikah? Jika iya, siapkan diri sebaik-baiknya ya, pasalnya kehidupan pasca menikah akan mengalami masalah, jika tidak bisa mengatasinya hubunganmu akan berakhir dengan perceraian.

Dalam Agama Islam, tujuan menikah memiliki arti mendalam. Dalam al Quran dituliskan, bahwa Allah SWT menyampaikan berbagai berkah di balik pernikahan. Meski aktivitas bersama pasangan halal itu dianggap sederhana, namun bernilai pahala dan sedekah.

Lantas bagaimana ya tips agar hubungan langgeng dalam pernikahan? Berikut tipsnya dari Ustaz Hilman Fauzi dalam virtual zoom dengan Kencomm, Sabtu (24/4/2021).

1. Habiskan Waktu dengan Pasangan

Dalam Islam, menikah adalah ibadah yang paling lama. Di sini, kamu dan pasanganmu akan menghabiskan waktu bersama sepanjang masa.

Pernikahan sejatinya adalah bertahan, sehingga apapun yang terjadi, kamu dan pasangan akan sama-sama menemukan solusi, daripada berhenti begitu saja. 

“Menikah untuk bahagia itu salah, yang benar itu untuk mencari keberkahan. Dalam ikatan pernikahan, kita akan menghabiskan waktu dengan pasangan, kita tahu satu sama lain,” katanya.

2. Menyatukan 2 Hal

Dalam menikah, bukan hanya menyatukan dua insan yang saling mencintai, melainkan juga menyatukan dua keluarga. Sebisa mungkin dekatkan diri dengan keluarga pasangan karena mereka akan menjadi keluargamu juga. 

“Menikah nggak hanya kamu atau aku tapi kita. Kunci utama adalah menyatukan dua hal, yakni keluarga karena ridho Allah terletak pada ridho orang tua,” bebernya.

3. Melengkapi Satu Sama Lain

Suami dan istri wajib saling mencintai dan saling menghormati, pasalnya hubungan rumah tangga akan selalu harmonis jika kebersamaan di antara keduanya selalu terbidik oleh rasa cinta yang dihasilkan dari saling menghormati.

Apabila kamu dan pasanganmu mampu saling menghormati maka keadaan untuk saling menuntut tanggung jawabpun tidak akan pernah terjadi. 

4. Komunikasi

Kunci utama hubungan langgeng adalah komunikasi. Sebisa mungkin, kamu dan pasanganmu harus tetap menjaga komunikasi. Dan jangan jadikan alasan meski satu atap, tetapi komunikasi terputus.

“Tetap harus komunikasi apapun masalahnya. Suami dan istri harus selalu saling berkabar. Misalnya masalah pekerjaan , mengurus rumah tangga atau mengurus anak,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/pengin-pernikahan-langgeng-ini-4-tips-dari-ustaz-hilman-fauzi-U30560

Tips Menjaga Produktivitas Karyawan saat Bisnis Terdampak Pandemi

By | Ronald Sipahutar | No Comments

Jakarta – Pandemi COVID-19 yang melanda hampir seluruh dunia telah menjadi pukulan telak buat para pelaku bisnis. Mau tidak mau, para pelaku bisnis mesti mengubah strategi bisnisnya, hingga melakukan perubahan besar-besaran pada perusahaannya.

Tak sedikit perusahaan yang terpaksa mengurangi gaji karyawan, merampingkan bisnis, menutup beberapa kantor cabang, merumahkan karyawannya, hingga berhenti beroperasi sama sekali.

Kondisi ini tak hanya terjadi pada perusahaan kecil dan menengah, namun juga pada perusahaan kelas kakap.

Perubahan yang terjadi pada perusahaan tentunya berpengaruh juga pada operasional sehari-hari karyawannya. Salah satunya adalah menurunnya produktivitas.

Gimana nggak? Sudah gaji berkurang, kerjaan malah ditambah karena perampingan karyawan. Bonus pun tak dapat diharapkan.

Wajarlah kalau karyawan jadi kurang termotivasi untuk bekerja. Menghadapi hal ini, Operational Business Coach, Ronald Sipahutar, punya beberapa tips buat meningkatkan produktivitas karyawan dalam bekerja.

1. Manfaatkan Teknologi untuk Berkomunikasi

1606273787-tipe-orang-di-medsos.jpg

Sumber: Ilustrasi tipe orang di medsos. (Freepik)

Kebanyakan perusahaan masih memberlakukan sistem bekerja dari rumah (WFH) dan bekerja dari kantor (WFO) secara bergantian. Karena itu, dinamika dalam bekerja pun berubah, karena perubahan cara kerja. Tak jarang hal ini menimbulkan miskomunikasi antarkaryawan.

Namun, dengan berbagai teknologi komunikasi yang ada, manfaatkan media komunikasi sebaik-baiknya untuk meminimalisasi miskomunikasi. Selain itu, rutin menyapa rekan kerja dapat membuat tim tetap bersemangat meski menghadapi masa sulit.

2. Merespons dengan Baik

1603202691-karyawan-baru3.jpg

Sumber: Ilustrasi karyawan baru. (Freepik)

Jika kamu sebagai atasan, usahakan untuk selalu merespons apa yang menjadi keluh kesah, curhatan, maupun komentar dari anggota timmu. Respons yang kamu berikan menunjukkan empati, dukungan, dan juga perhatian pada mereka. 

Beri kesempatan pada setiap orang untuk curhat lalu berikan solusi yang tepat. Dengarkan curhat mereka, mencoba mengerti, dan sebisa mungkin membantu mencarikan solusinya. Dan yang terpenting, jangan buru-buru nge-judge apa yang mereka sampaikan.

3. Komunikasikan Kemampuan Perusahaan

1612524052-portrait-young-businessman-with-graph-office-23-2147839896.jpg

Sumber: Ilustrasi bisnis. (Freepik)

Mungkin karyawan akan mengharapkan sebuah solusi yang besar seperti kenaikan gaji, penambahan personel, atau bonus. Sementara, di sisi lain, perusahaan lagi berjuang untuk bisa bertahan hidup. 

Dalam situasi ini, penting buat atasan tetap memperhatikan keinginan karyawan, namun mengomunikasikan dengan jujur kemampuan dan situasi perusahaan saat ini. Dengan begitu, harapannya karyawan bisa memahami bahwa kita sama-sama ada pada situasi yang sulit.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/tips-menjaga-produktivitas-karyawan-saat-bisnis-terdampak-pandemi-U30028

5 Tips Menghadapi Rekan Kerja yang Baperan

By | Ronald Sipahutar, Uncategorized | No Comments

Jakarta – Bekerja dalam tim memang butuh kerja sama yang solid. Selain melakukan tugas dan peran yang dipercayakan pada kita, tak jarang kita mesti menghadapi masalah di luar pekerjaan yang tampak sepele, namun cukup mengganggu. Apa itu? Ya, rekan kerja yang baperan.

Kalau ngomongin bisnis, baper adalah hal pertama yang mesti dibuang, guys. Kalau dalam bekerja masih sensi atau gampang pake emosi, berarti kamu belum benar-benar bersikap profesional.

Memiliki rekan kerja yang sensi, baper, ngambekan, atau gampang tersinggung, bakal menghambat kita menyelesaikan pekerjaan. Apalagi kalau kamu dan dia ada dalam satu rangkaian flow pekerjaan. Inginnya pekerjaan cepat selesai, tapi terkendala rekan kerja yang lagi ngambek. Alhasil, kamu sendiri yang kelabakan dikejar deadline.

Lantas, gimana dong cara menghadapinya?

Operational Business Coach, Ronald Sipahutar, punya beberapa tips nih buat kamu yang mesti menghadapi rekan kerja baperan.

1. Lakukan Pendekatan Personal

1616740170-minta-maaf---freepik-katemangostar.jpg

Sumber: Ilustrasi minta maaf. (freepik/katemangostar)

Rekan kerja yang selalu pakai perasaan saat bekerja, perlu didekati secara personal. Bukan untuk mengambil hatinya, ya? Setidaknya agar urusan pekerjaan bisa berjalan lancar tanpa kendala.

Karena itu, asah kemampuan interpersonal kamu untuk bisa membuka pembicaraan dua arah dengannya. Kamu bisa coba bertanya apa yang terjadi atau masalah apa yang lagi mengganggu pikirannya sehingga sikapnya kurang bersahabat. Dengarkan keluh kesahnya agar dia merasa dimengerti.

2. Selalu Buka Komunikasi

1610606478-kumpul-dengan-teman.jpg

Sumber: Ilustrasi kumpul dengan teman. (Freepik)

Penting buat kamu untuk selalu membuka jalur komunikasi pada si baperan ini, guys. Nggak cuma saat kamu butuh bantuan dia aja, tapi juga saat kamu nggak perlu bantuan apa-apa dari dia.

Bersikap ramah dan hangat padanya akan membuat dia merasa bahwa kamu bukanlah ancaman buat dia. Selain itu, menjalin komunikasi yang terbuka akan menghilangkan rasa sungkan saat kamu mesti menghadapi hal-hal yang nggak penting tadi, misalnya ngambek.

3. Temui Secara Langsung

1603772371-pesan-buat-teman-sedih5.jpg

Sumber: Support teman. (Freepik)

Saat dia lagi badmood dan kamu mesti menyelesaikan pekerjaan dengan segera, jangan terpengaruh dengan moodnya, guys. Temui dia secara langsung dan katakan baik-baik bahwa kamu perlu menyelesaikan pekerjaan ini.

Untuk bisa menyelesaikannya, kamu butuh bantuan dia. Jika perlu, janjikan waktu untuk curhat-curhatan sesudah pekerjaan ini selesai, kalau dia butuh untuk menyalurkan emosinya. Sebaiknya kamu tidak menggunakan media seperti chat atau email saat dia sedang nggak enak hati.

4. Jangan Terpancing Emosi

1598932106-jaga-jarak-emosi.jpg

Sumber: Ilustrasi teman kantor (Freepik)

Kamu mungkin akan mendapatkan respons yang tidak mengenakkan dari si sensi dan baper ini. Wajar dong kalau hati ikut panas? Tapi, sebaiknya jangan sampai terpancing emosi, guys. Kalau dia bersikap tidak ramah, ketus, atau bahkan marah, sebisa mungkin tidak mengimbanginya dengan emosi yang sama.

Sebaliknya, lakukan pendekatan yang soft dengan bilang, “Kayaknya kamu lagi sensi deh, ada nggak yang aku bisa bantu?” atau “Sori kalau dianggap ikut campur, tapi ada kerjaanmu yang belum selesai, jadi aku juga nggak bisa menyelesaikan kerjaanku.”

5. Laporkan pada Atasan

1606268250-bijak-emosi.jpg

Sumber: Ilustrasi teman kantor (Freepik)

Nah, kalau kamu sudah coba beberapa hal tadi tapi tetap buntu, saatnyalah kamu eskalasikan masalah ini ke atasan. Sampaikan apa yang terjadi dan mintalah solusi dari atasan. Paling tidak, atasan tahu apa yang membuat pekerjaanmu tidak bisa selesai tepat waktu. 

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/5-tips-menghadapi-rekan-kerja-yang-baperan-U30012