admin

Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh II

By | Bertha Sekunda | No Comments
Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh Jilid II

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Minggu yang lalu kita sudah membahas tiga cara untuk membina hubungan jarak jauh agar bisa berjalan dengan lancer. Tiga cara itu yaitu dengan Komunikasi, Percaya Itu Indah dan Jujur. Dapat saya tambahkan, bahwa zaman sekarang, nampaknya komunikasi saat berhubungan jarak jauh sudah bukan halangan lagi karena banyak media yang menawarkan high technology untuk bisa berkomunikasi seolah bertatap muka langsung, seperti Face Time, Skype dsb.

Selain dari ketiga hal diatas, apa lagi yang bisa membuat hubungan pacaran jarak jauh bisa tetap terbina?

4. Surat Cinta
Sebenarnya hal ini bisa menjadi salah satu cara berkomunikasi. Namun ini menjadi bagian tersendiri, karena terkadang ini terlupakan oleh generasi zaman sekarang yang mungkin belum pernah melihat adanya surat dengan tempelan perangko.

Adanya texting dan chatting via gadget sudah membuat surat cinta terkesan old school dan “enggak banget”. Tetapi sebenarnya hal ini sangat bisa dicoba karena tulisan tangan membuat kesan personal dan private bagi si penerima, sehingga saat membaca surat, ia dapat membacanya. Seolah hal ini disampaikan langsung di depannya dengan penuh perasaan. Selain itu, kedatangan surat via Titipan Kilat atau Kantor Pos atau kurir apapun, membuat si penerima merasa mendapat surprise yang bisa membuatnya merasa berbunga-bunga saat menerima sesuatu yang dikirim ke rumahnya. Seolah si penerima menerima kehadiran pengirim surat cinta dan hal ini menjadi salah satu yang menguatkan hati kedua belah pihak saat berjauhan.

Buatlah surat cinta ini sebagai wadah untuk mengungkapkan perasaan dan hati yang tak sempat terungkap saat chatting via gadget. Tuliskan hal-hal yang lebih mendalam dan ekspektasi-ekspektasi ke depan dalam surat cinta Anda, dan pastikan ini ditulis secara regular dan dikirim rutin seperti tiga bulan sekali misalnya.

5. Don’t sweat the small things.
Jangan mempermasalahkan hal-hal sepele yang seharusnya tidak perlu dipermasalahkan. Kedewasaan Anda ditantang untuk memilah-milah masalah mana yang perlu dijadikan bahan masalah, dan mana yang perlu didiskusikan. Anda perlu melihat esensi dari masalah tersebut, untuk kemudian menyampaikannya dengan bijak, tanpa perlu emosi dan marah-marah.

Marah sebenarnya boleh saja, jika memang masalah tersebut sudah melawan prinsip, atau berulang kali disampaikan namun pasangan tidak memperhatikannya. Oleh karena itu, sebelum Anda mengangkat sebuah masalah, pikirkan dulu perlukah Anda membesar-besarkan masalah yang tidak terlalu perlu. Saat hubungan jarak jauh, mempermasalahkan hal-hal kecil bisa membuat lelah hati, karena sesungguhnya mungkin hal yang dilakukan pasangan hanya sebatas kurang dikomunikasikan dan bukan kesengajaan. Yang penting, Anda tetap memantau bahwa pasangan Anda masih menunjukkan kesetiaan dan dapat dipercaya, itu hal yang paling penting.

6. Jangan berkata-kata kasar saat marah
Kestabilan emosi Anda dibutuhkan, saat Anda menyampaikan rasa marah, kesal atau kekecewaan. Anda perlu mengontrol apa yang Anda sampaikan ke pasangan Anda. Jika Anda merasa bahwa yang Anda sampaikan itu akan menyakiti pasangan, lebih baik Anda diam sejenak dan melakukan hal-hal yang lain, supaya kata-kata yang keluar tidak memperparah keadaan.

Saat hubungan jarak jauh, perasaan kesendirian ditambah adanya kata-kata kasar yang keluar dari Anda hanya akan menambah buruk kondisi, karena Anda tidak punya kesempatan meralat apa yang sudah Anda sampaikan dengan bertatap muka saat itu juga. Yang sudah keluar dari mulut Anda, akan terngiang-ngiang saat Anda jauh dan terpendam dalam hati.

Masih banyak lagi hal-hal yang bisa Anda lakukan demi kelangsungan hubungan jarak jauh Anda, namun semoga keenam hal diatas dapat menginspirasi Anda untuk melakukan hal lain yang lebih sesuai dengan karakter Anda dan pasangan.

Semoga sukses hubungan jarak jauh.

Jalan Sukses Hubungan Jarak Jauh I

By | Uncategorized | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Terpisah jarak saat pacaran adalah hal yang biasa, mengingat pada saat pacaran memang semestinya kita tidak hidup dalam satu atap rumah. Namun dalam hal ini, kita akan membahas pacaran yang terpisah jarak sehingga memungkinkan pertemuan yang hanya 3 bulan sekali atau setengah tahun sekali atau bahkan sekali saja dalam 1 tahun sehingga kadang masih tetap merasa sendiri, membuat hubungan terasa tidak nyaman atau bahkan menegangkan. Sesungguhnya hidup di jaman sekarang dengan kondisi Long Distance Relationship / LDR ini bukan menjadi masalah besar lagi. Lalu, prinsip-prinsip apa yang bisa membuat LDR berjalan mulus?

1. Komunikasi
Setiap hari atau jika mungkin setiap saat, biasakan berkomunikasi via media apapun. Komunikasi merupakan hal yang sangat penting dan utama, yang biasanya menjadi tantangan saat LDR terjadi. Manfaatkan segala media komunikasi seperti SMS, BBM, WhatsAp, Skype, dan media apapun, agar komunikasi tetap terjaga. Ceritakan hal-hal yang terjadi tiap hari melalui media tersebut, meskipun tidak seluruh cerita bisa disampaikan dengan lengkap. Yang penting, jika sudah mulai terjadi missed-communication atau salah paham karena komunikasi via text, usahakan untuk menyampaikannya dengan baik lewat telpon atau media yang bisa komunikasi interaktif secara actual.

2. Percaya itu Indah
Kekhawatiran itu pasti ada, dan kadang kita bertanya-tanya apakah sesungguhnya yang terjadi saat pasangan tidak bisa dihubungi. Namun kita perlu hidup sehat dengan membiasakan percaya terhadap pasangan. Jika kedua belah pihak mempunyai keinginan untuk menuju pada satu titik yang sama yaitu pernikahan yang membahagiakan, maka Anda perlu memberikan kepercayaan pada pasangan. Dan sebaliknya Anda dan pasangan wajib menjaga kepercayaan yang sudah diberikan dengan berbuat atau berperilaku yang bisa dipercaya.

3. Jujur
Kebiasaan untuk jujur adalah hal yang perlu dibina, sehingga kita terbiasa menjadi diri sendiri. Tidak perlu menyembunyikan sesuatu, karena hal ini hanya akan memupuk rasa curiga yang berkepanjangan. Namun Anda perlu pintar-pintar dalam menyampaikan kejujuran yang ada. Lihat situasi dan kondisi, jika ada sesuatu hal kurang nyaman untuk disampaikan lewat text, Anda tunggu waktu yang tepat untuk menyampaikannya lewat telpon atau komunikasi visual interaktif. Lebih baik pasangan Anda marah karena Anda jujur, daripada pasangan Anda marah karena Anda berbohong. Seringkali Anda mendengar istilah white lie, yang biasanya digunakan untuk menjaga perasaan pasangan. Saran saya, jangan terbiasa melakukan hal ini, karena bagaimanapun jika Anda sering melakukan hal ini, maka pasangan akan menduga-duga dan menjadi kurang percaya. Jika ada hal-hal yang kurang enak disampaikan, maka carilah waktu yang tepat, suasana yang nyaman, lalu sampaikan dengan baik dan tenang. (bersambung)

7 Ramuan Mesra Sampai Tua

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mesra saat masa pacaran tentu hal biasa. Sebab, saat itu gairah masih menggebu-gebu. Bukan hanya itu, masalah yang menghadang pun terbilang masih dalam kadar yang mudah diatasi.

Namun, bagaimana ketika kita memasuki usia senja alias sudah berkepala lima alias 50an tahun. Bicara mesra terkadang menjadi cerita saja.

Saat kita menonton film Notebook yang dibintangi Ryan Gosling dan Rachel Mc Adams tahun 2004, yang mengisahkan sebuah cinta sejati yang membawa mereka pada kisah cinta sehidup semati, setiap pasangan suami istri tentu ingin mengalami hal tersebut. Hal itu tentu bila pasangan kita benar-benar mencintai.

Lalu sejak kapan kita perlu membina kisah cinta sehidup semati yang penuh kemesraan tersebut? Tentu jawabannya adalah kita tidak harus memulainya saat kulit sudah menunjukkan keriput dan guratan penuaan. Bahkan, sejak pernikahan masih dapat dihitung dengan jumlah jari dalam satu tangan, ingatlah beberapa hal di bawah ini, dan tumbuhkanlah sebagai kebiasaan. Pasalnya, kemesraan menjadi sebuah bumbu masakan yang perlu ditaburkan setiap saat agar aroma hidup berpasangan semerbak bak bau rempah-rempah yang mengundang gairah bersantap.

7 hal sederhana untuk membina kemesraan antara suami dan istri seperti berikut ini:

1. Cerita hal-hal yang terkesan “tidak penting”
Banyak hal sederhana yang terkadang Anda berpikir bahwa ini terlalu tidak penting untuk disampaikan sebagai bahan cerita ke pasangan Anda. Misalnya, cerita tentang Anda melihat iklan baru di pinggir jalan yang belum pernah Anda lihat. Jika Anda dan pasangan sama-sama bekerja dan saat bertemu Anda sudah sama-sama lelah, biasanya Anda hanya membahas yang penting saja masalah anak, administrasi, rumah, pekerjaan dan hal prioritas lain.

Namun, jangan anggap remeh tentang topik pembicaraan yang bukan prioritas ini, karena membuat variasi pembicaraan lebih ada dinamika dan bisa menjadi intermezzo. Bisa jadi, dari hal yang kurang penting ini memunculkan ide-ide untuk dimanfaatkan dalam meningkatkan kesejahteraan dan keharmonisan keluarga.

2. Tertawa bersama
Carilah bahan-bahan untuk bisa membuat Anda dan pasangan tertawa sebebas mungkin. Bercandalah, karena hal ini membuat pondasi cinta sejati Anda semakin berbumbu. Saat Anda dan pasangan terbiasa tertawa bersama, Anda akan terus merindukan hal ini dan tidak bosan untuk mencari lagi candaan lain sehingga hubungan Anda selalu menyenangkan. Pada akhirnya, asosiasi bahwa sebuah pernikahan adalah hal yang menyenangkan adalah penting adanya. Anda bisa bercanda saat belanja, saat mengasuh anak, saat menonton TV, atau bahkan saat Anda sedih, berlatihlah untuk tetap menghadapi dengan senyuman. Saat menghadapi masalah serius pun, Anda akan bisa memandang dari perspektif yang lain karena Anda berdua yakin bahwa proses yang Anda akan jalani punya satu tujuan yaitu kebahagiaan. Ingatlah bahwa dengan tertawa, Anda juga bisa awet muda.

3. Ingat pertama kali
Saat bosan dan kejenuhan merajalela, atau saat melihat bahwa pasangan kita tidak tampil seperti yang dulu, tetap ingatlah selalu saat pertama Anda bertemu. Ingatlah pertama kali Anda tertarik dan menyatakan dalam hati “I am falling in love”. Ingatlah saat pertama kali Anda berkencan, saat pertama kali Anda berdekatan, ingatlah getar-getar perasaan Anda saat itu, dan yang terutama ingatlah saat Anda punya usaha yang besar dalam mempertahankan hubungan Anda dan pasangan. Dengan mengingat pertama kali berjumpa dulu, saat Anda marah pun, Anda bisa marah dengan penuh cinta. Bingung ya, bagaimana sih marah penuh cinta? Intinya adalah saat marah Anda tetap menjaga perasaan pasangan seperti saat Anda menjaga perasaannya pertama kali dulu.Yaitu, tidak mengucapkan kata-kata kasar, atau tidak mengungkapkan kemarahan di depan anak-anak Anda.

4. Jadwalkan kegiatan pacaran tetap ada dalam agenda
Usia boleh bertambah, anak bertambah dan usia pernikahan boleh berlipat ganda. Namun tetap biarkan kegiatan pacaran dipasang dalam agenda, meski frekuensinya perlu diatur jika Anda masih punya anak-anak balita. Misalnya, dulu saat pacaran sering traveling, tetaplah lakukan hal tersebut meski dengan pendekatan yang berbeda.Misalnya traveling yang dekat saja sehingga masih bisa mengontrol anak-anak Anda. Atau jika Anda biasa menonton konser music Rock, tetap jadwalkan saja, meski sekarang tidak bisa jingkrak- jingkrak seperti dulu. Nikmati aktivitas bersama dari hal yang sederhana seperti memasak bersama, menonton film, melakukan hobi bersama, dsb. Yang penting, pastikan Anda tidak melupakan kegiatan pacaran ini, minimal sebulan atau 2 bulan sekali Anda habiskan waktu khusus berduaan di luar rumah sehingga Anda tetap bisa menyirami ladang cinta Anda berdua. Tentunya saat Anda meninggalkan rumah, pastikan anak-anak Anda dalam keadaan baik dan ada dalam pantauan yang tepat, supaya tenang saat jalan-jalan berdua.

5. Perhatian
Bagi seorang wanita, perhatian adalah hal mutlak sebagai ukuran bahwa pasangannya adalah sosok mesra. Dari hal yang sederhana, mengomentari dandanan, gaya rambut, rasa masakan, sampai ke kondisi yang memang butuh perhatian besar seperti ketika dalam keadaan sakit, sedih, dan situasi bermasalah yang dihadapi. Sama halnya dengan laki-laki, merekapun tetap menjadikan perhatian pasangan adalah sebagai ukuran dari sebuah ungkapan mesra wanita.Bedanya, laki-laki ingin kebutuhan dasarnya menjadi titik perhatian, seperti lewat makanan, masakan, memijit lembut ketika merasa lelah atau menyiapkan pakaian kerja.Variasi dari ungkapan perhatian ini bisa bermacam-macam.Misalnya, memberikan surprise gift meski tidak sedang ulang tahun, kiriman kue ke kantor hanya untuk mengatakan I love You, surat cinta via email sebagai ungkapan perhatiannya pada rambut baru pasangan, atau perhatian lain yang diungkapkan berbeda-beda.

6. Sentuhan cinta
Yang dimaksud dalam hal ini adalah mengungkapkan cinta dalam berbagai bentuk sentuhan. Syukurlah jika bisa berlanjut dengan seks, tetapi jika tidak memungkinkan karena istri masih habis melahirkan atau mungkin sedang sakit, berikan sentuhan cinta yang membuat suasana rumah penuh senyuman. Jika kondisi suami istri sehat, seks rutin bisa menumbuhkan keterikatan antara suami-istri yang optimal.

7. Ciptakan momen
Terlepas dari hal-hal mendasar, kesempatan berunjuk mesra adalah hal utama yang perlu Anda sadari dan harus Anda temukan. Jadikan kemesraan menjadi ajang action bagi anda dan pasangan untuk berekspresi dalam sebuah kesempatan. Ketika berjalan bersama, ketika berdua di dapur, saat makan bersama di restoran, menemani anak-anak bermain, ketika melakukan perjalanan bersama, ketika sakit, dan masih banyak momen yang bisa dijadikan ajang Anda untuk unjuk kemesraan, meskipun Anda tidak sempat pergi keluar rumah karena berbagai kondisi.Jadi, temukan sendiri momen yang anda rasa sesuai untuk menghadirkan kemesraan dengan mengekspresikan rasa cinta, ketulusan dan perhatianAnda.

Masih ada banyak cara untuk bisa bermesraan dengan pasangan Anda, tergantung dari karakteristik Anda berdua.Tiap pasangan suami-istri tentu punya cara unik sendiri yang bisa menambah kemesraan. Yang penting harus diingat, kemesraan antara suami-istri mempunyai dampak positif terhadap keharmonisan rumahtangga, yang pada akhirnya akan memberi pembelajaran yang baik bagi anak-anak Anda. Anak-anak yang melihat orangtuanya harmonis, akan belajar menghargai orang lain, hidup dengan lebih bijak dan belajar menata emosi.
Selamat bermesraan

Berhenti Salahkan Orang Lain Demi Kebahagiaan Anda

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Ketika sesuatu masalah terjadi di luar harapan kita, kadang kita cenderung menyalahkan orang lain. Misalnya, ada sesuatu barang yang hilang, pasti seseorang telah memindahkannya. Mobil tidak bekerja dengan baik, pasti mekaniknya tidak memperbaiki dengan benar; pengeluaran Anda melebihi pendapatan, pasti pasangan Anda menghabiskan banyak uang. Rumah sangat berantakan, pasti Anda jadi satu-satunya orang yang akan membereskan rumah Anda. Proyek kerja Anda terlambat, pasti kolega Anda tidak bekerja sesuai dengan bagiannya, dan masih banyak hal yang lainnya.

Kebiasaan berpikir “blaming others” atau “menyalahkan orang lain” ini sudah menjadi hal yang secara tidak sadar ada dalam budaya kita. Dari sisi individu sebagai pribadi, hal ini menunjukkan bahwa kita tidak pernah benar-benar bertanggungjawab terhadap apa yang sudah kita lakukan, dari masalah yang kita hadapi dan kebahagiaan kita. Dari sisi sosial, itu akan mengarahkan kepada tuntutan hukum yang sembrono dan alasan konyol yang memungkinkan lolosnya pelaku kriminal. Ketika kita terbiasa menyalahkan orang lain, kita menyalahkan orang lain atas kemarahan kita, frustrasi, depresi, stress dan ketidakbahagiaan kita.

Dalam hal kebahagiaan pribadi, Anda tidak akan tenang ketika dalam waktu yang sama Anda menyalahkan orang lain. Meskipun sudah pasti pada suatu saat, orang lain punya kontribusi terhadap masalah yang kita hadapi, tetapi sebenarnya kita sendiri yang punya tanggungjawab atas kebahagiaan kita. Bukan keadaan yang membuat seseorang bahagia, tetapi keadaan tersebut yang mengajak kita memilih mau bahagia atau tidak.

Sebagai percobaan, coba perhatikan apa yang terjadi ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain untuk segala hal dalam hidup Anda. Perlu dicatat, ini bukan berarti Anda tidak meminta pertanggungjawaban orang lain atas tindakan mereka. Tetapi ini demi tanggungjawab Anda pribadi terhadap kebahagiaan Anda sendiri. Misalnya, ketika rumah kotor dan berantakan, daripada berpikir bahwa hanya Anda satu-satunya orang yang akan membersihkan rumah, bersihkan saja langsung tanpa merasa sakit hati dan mengomel. Ketika uang Anda selalu habis tiap bulan, cari tahu bagaimana Anda dapat mengurangi penggunaan uang tanpa menyalahkan pasangan Anda. Yang paling penting, ketika Anda tidak bahagia, ingatkan pada diri Anda sendiri, bahwa hanya Anda sendiri yang bisa membuat Anda bahagia.

Menyalahkan orang lain akan mengambil sejumlah besar dari energi mental Anda. Ini semacam mind-set “drag-me-down” yang menyeret Anda pada stress dan penyakit. Menyalahkan orang lain membuat Anda tidak punya kuasa terhadap hidup Anda sendiri karena kebahagiaan Anda bertumpu pada action dan perilaku orang lain yang tidak bisa Anda kontrol. Ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain, Anda akan mendapatkan kembali kekuatan pribadi. Anda akan melihat bahwa Andalah sang pembuat pilihan terseebut. Anda akan tahu bahwa ketika Anda sedih, Anda yang punya peran besar untuk menciptakan perasaan Anda. Artinya, Anda sendiri punya peran kunci untuk menciptakan perasaan baru, yang lebih positif. Kehidupan adalah tantangan besar yang menyenangkan dan akan lebih mudah untuk dikelola ketika Anda berhenti menyalahkan orang lain. Give it a try and see what happens. Salam sukses dan bahagia.

Lima Pertanyaan Sebelum Menikah

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kamu beberapa kali ditanya orangtua dan keluarga, “kapan menikah” karena umur sudah mencukupi. Lalu buru-buru mencari calon menikah untuk melegakan orangtua. Atau sudah pacaran lama, tapi gak juga menikah, malu dianggap gak bertanggungjawab, lalu buru-buru menikah. Atau karena teman-temanmu seangkatan sudah menikah dan punya anak, lalu kamu memutuskan menikah? Atau kamu tidak enak mau memutuskan pacarmu dan pasrah saja saat diajak menikah? Pertanyaannya, apakah menikah adalah pilihan yang tepat bagimu? Apa yang perlu kamu ketahui sebelum kamu siap untuk mengikat janji pernikahan? Coba jawablah beberapa pertanyaan dibawah ini sebagai introspeksi :

1. Apa yang kamu cari dalam hidup pernikahan?
Pertanyaan ini nampaknya sangat filosofis dan susah untuk dijawab. Tapi coba carilah jawaban sederhana yang spontan dari dirimu. Kalau kamu hanya fokus pada perubahan status dari single to married, atau fokus pada mencari kebahagiaan dalam pernikahan, silakan untuk merenung dulu sebelum mengikat janji. Kebahagiaan itu pasti hal yang dicari dan setiap orang berhak untuk bahagia. Namun saat sudah menikah, apakah momen bahagia itu datang setiap detik dan waktu? Ada kalanya yang tidak muncul saat pacaran, akan muncul pada saat menikah. Nah, coba saya ganti pertanyaan yang saya lontarkan di atas dengan pertanyaan yang lain : Siapkah kamu menghadapi susah dan sedih bersama pasanganmu? Siapkah kamu menerima dan melengkapi kekurangan pasanganmu?Atau kamu tidak bisa mentoleransi pada hal-hal yang bahkan sangat sepele dia lakukan? Kalau jawaban dari pertanyaan yang terakhir adalah iya, coba renungkan baik-baik, apakah kamu menyayanginya?

2. Apakah kamu tertarik pada pesta pernikahan dan bukan pernikahannya karena kamu suka pesta dan ingin menjadi raja atau ratu sehari dalam waktu dekat?
Kue, bunga dan pernak-pernik pernikahan itu menarik semua.Tapi ada yang lebih dipertaruhkan daripada satu hari pesta pernikahan. Pernikahanmu adalah seumur hidup. Kamu tidak hanya ingin menikah, kamu ingin menikah dengan bahagia. Pikirkan tentang 50 tahun ke depan. Selain membicarakan pesta pernikahan, diskusikan kesepakatan pranikah dengan pasanganmu, uraikan bagaimana kalian akan menangani anak-anak, disiplin, sex education, pengelolaan uang, pembagian kerja, agama, karir, pensiun, mertua, dsb.
Jika kamu tidak berencana untuk mendiskusikan topik ini, kamu akan cenderung sulit di kemudian hari untuk menggabungkan dua kehidupan bersama-sama.

3. Mengapa kamu menikah?
Jujurlah dalam mengevaluasi alasan kamu merencanakan pernikahan.Tulis daftar pro dan kontra tentang pasangan kamu dan hubungan kalian berdua. Jika kamu dan pasangan belum pernah membicarakan hal ini, pastikan adanya diskusi antara dua hati, mengapa kalian memutuskan untuk menikah. Pastikan kamu tidak menikah untuk melarikan diri atau menghindari sesuatu. Apakah kamu hanya ingin menikah dan itu saja alasannya? Itu bukan alasan yang cukup baik. Jika kamu mual atau demam atau merasa tidak enak badan setiap saat belanja baju pengantin atau catering atau perlengkapan pernikahan yang lain, perhatikanlah bahwa tubuhmu sedang berbicara dengan jujur. Sisihkan waktu untuk introspeksi. Kamu ingin menikah sekali untuk selamanya?

4. Bisakah kamu menerima masa lalu pasanganmu?
Apakah kamu paham, percaya dan menerima terhadap masa lalu pribadi pasanganmu? Karena hal terbaik untuk memprediksi perilaku masa depan adalah dari perilaku masa lalu yang relevan. Belajarlah dari hal tersebut. Bagaimana pasanganmu berperilaku dalam hubungan masa lalu? Bagaimana pasanganmu berperilaku saat denganmu? Bagaimana pasanganmu belajar dari pernikahan orangtuanya? Apa yang pasangan kamu pelajari tentang pernikahan orang tuanya? Lihatlah secara dekat orang tua pasanganmu. Anak-anak belajar dari hidup mereka selama ini. Bukan berarti, anak dari orangtua bercerai lalu akan selalu bercerai. Mungkin bahkan mereka akan lebih menghargai pernikahan dan mempertahankannya. Tetapi fokusnya adalah, diskusikan tentang hal ini dalam sesi-sesi pacaranmu.

5. Sudahkah kamu mengkomunikasikan kebutuhan dan harapanmu pada pasanganmu?

Kenali dirimu. Kamu tidak dapat menentukan apakah seseorang adalah baik bagimu jika kamu sendiri tidak tahu kebutuhanmu sendiri. Ini tidak egois kok. Ini demi untuk memiliki tujuan dalam hubungan. Saling mengungkapkan kebutuhan dan harapan sekarang sebelum menikah, dan bukan ketika kamu sudah dalam pernikahan. Lalu sampaikan apa yang benar-benar membuatmu menilai bahwa pasanganmu mutlak melanggar komitmen? Sebaliknya, apakah kamu juga tahu harapan dan kebutuhan pasangan kamu?

Jadi intinya, menikahlah saat kamu siap secara mental, dan bukan saat kamu kesepian. Sudah sering mendengar hal inikan? Nah, coba renungkan beberapa pertanyaan di atas dan terapkan sebelum kamu mengikat janji nikah.

Cara Menulis CV Menarik Demi Pekerjaan Idaman

By | Bertha Sekunda | No Comments

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Proses seleksi kerja biasanya terdiri dari Seleksi Administrasi (Curriculum Vitae/CV) – Psikotest/Tes Kemampuan Teknis – Interview HRD – Interview User (atasan calon karyawan) – Negosiasi gaji – Pengumuman/Informasi penerimaan.
Tidak semua perusahaan menerapkan seluruh rangkaian proses tersebut, tergantung kebutuhan dan kepentingan masing-masing perusahaan. Namun, pengiriman Curriculum Vitae /CV sebagai bagian dari seleksi administrasi adalah hal pertama yang harus dilakukan. Sebab, CV atau resume adalah dokumen awal yang mencerminkan sebagian dari gambaran diri dan kemampuan pelamar.

Kesan pertama mengenai pelamar terwakili dari lembaran kertas CV yang saat ini bahkan sudah mulai dibuat sekreatif mungkin melalui hal-hal yang diluar kebiasaan. Misalnya dengan versi digital yang dibuat dengan program tertentu, atau Anda menyertakan portfolio yang di-desain secara professional.

Hal ini penting, mengingat CV merupakan self-branding pelamar. Dari CV tersebut, bisa diprediksi kemampuan komunikasi, bekerjasama, konsistensi, semangat belajar, kreativitas dan kemampuan berpikir.

Lalu, bagaimana konsep membuat CV yang menarik dan menjual sehingga membuat Anda menuju tahap selanjutnya dari sebuah proses seleksi karyawan atau bahkan mendapatkan pekerjaan idaman?

1. Kenalilah perusahaan yang Anda lamar
Bedakanlah CV saat Anda melamar ke perusahaan swasta, kementerian, dan BUMN. Buatlah nuansa CV sedekat mungkin dengan budaya perusahaan yang Anda lamar. Anda boleh buat template yang sama untuk isi CV, namun modifikasilah aplikasi lamaran atau CV, jika Anda benar-benar tertarik dengan perusahaan tersebut. Misalnya, jika Anda melamar ke sebuah perusahaan fashion ritel yang penuh kedinamisan, tampilkan CV yang singkat, padat, kreatif dan dinamis. Jika Anda melamar ke perusahaan BUMN yang menuntut loyalitas dan kerjasama yang baik, tampilkan CV yang komprehensif. Jika Anda melamar ke kementerian, biasanya mereka mewajibkan Anda untuk mengisi aplikasi tepat sesuai dengan form yang ada, patuhilah.

2. Pahami pekerjaan yang Anda lamar
Buatlah CV yang bisa mencerminkan bahwa Anda punya potensi atau bahkan kompetensi bekerja professional misalnya sebagai dosen, sekretaris, merchandiser, legal, HR, finance, desainer interior, web designer atau pekerja kreatif yang lain. Tuangkan kemampuan Anda melalui CV yang menunjukkan bahwa Anda bisa melakukan pekerjaan tersebut. Fokus pada pekerjaan idaman yang Anda tuju, sehingga selalu meninjau kembali apakah CV yang akan Anda kirim memuat pengalaman yang relevan terhadap posisi pekerjaan yang dilamar. Misalnya, setelah bekerja bertahun-tahun sebagai Produser TV, lalu Anda akan beralih pada pekerjaan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan Broadcasting, yaitu HRD di perusahaan rokok misalnya. Maka coba tuliskan program TV yang Anda kelola, yang ada hubungannya dengan manajemen SDM dan teamwork. Pilihlah yang relevan dan menunjang profesi Anda berikutnya.

3. Tuangkan “Strength Point” Anda didalam CV sebagai “Added Value”
Jika Anda pelamar fresh graduate dan belum pernah pengalaman bekerja sama sekali, gambarkan keterlibatan Anda dalam kegiatan ekstrakurikuler diluar kegiatan akademis sekolah/kuliah. Bisa kegiatan organisasi kampus, komunitas tertentu atau kemasyarakatan. Lebih baik lagi jika ada pengalaman part-time job atau magang di perusahaan.

Ingatlah bahwa saingan pelamar Anda sangat banyak, sehingga berikan “Added Value” Anda di dalam CV, supaya perusahaan mau menelpon untuk bertemu dengan Anda. Jika Anda sudah punya pengalaman kerja, gambarkan tanggungjawab Anda dalam pekerjaan. Lalu uraikan dengan singkat namun jelas, kekuatan Anda dalam Summary atau Objective yang ditulis di awal CV. Added value bisa berasal dari prestasi, ketrampilan, peran utama dalam organisasi, leader proyek kecil atau apapun yang menurut Anda perlu ditonjolkan. Ini menentukan apakah Anda orang yang tepat atau tidak untuk dipilih diantara kandidat lainnya.

Tips dan trik dalam membuat CV yang menarik adalah dengan “USA” :
1. User Friendly
Mudah dibaca adalah hal penting yang membuat HRD atau user (atasan langsung dari calon karyawan) mau melanjutkan membaca CV halaman berikutnya. Kesan pertama pada CV yang kompleks dan acak-acakan, adalah kekurangmampuan calon karyawan berkomunikasi dan bekerjasama dengan orang lain. Jadi, perhatikan font yang dipilih, margin, komposisi, space paragraph, frame, dan carilah yang mudah dibaca dan dipahami.

2. Short & Sharp
CV yang memberikan informasi komprehensif dan lengkap itu baik, namun bukan berarti CV Anda harus panjang sekali hingga berlembar-lembar. Sampaikan informasi penting dengan ringkas namun relevan terhadap pekerjaan yang dituju. Cukup hanya dalam 1-2 halaman saja, namun bisa tepat sasaran. Membuat CV yang panjang itu mudah, namun memilih yang penting dan menjual itu butuh latihan yang cermat. Oleh karena itu, buatlah susunan CV yang sistematis, runtut, jelas dan konsisten. Jika perlu, mintalah orang lain yang Anda kenal baik, untuk mengkritisi CV Anda.

3. Achievement
Tulislah pencapaian yang Anda banggakan. Jangan ragu mencantumkan prestasi selama Anda kuliah atau bekerja. Misalnya, keterlibatan dalam proyek hingga proyek launching, mendapatkan beasiswa, judul skripsi atau bahkan saat Anda bisa memandu acara yang dihadiri VVIP. Achievement tidak sama dengan Award. Jika Anda belum pernah mendapatkan Award/piala apapun, tidak berarti Anda tidak pernah berhasil melakukan pencapaian dalam hidup. Seorang pelamar yang tidak menuliskan satupun achievement, diprediksi kurang mempunyai target / sasaran dalam kehidupan karir, atau tidak mudah bersyukur. Ingat, CV yang bagus adalah CV yang dapat memberikan gambaran paling jelas terhadap pelamar sebelum bertatap muka secara langsung melalui interview. Salam Sukses

Gadget versus tulisan tangan!

By | Yosandy Lip San | No Comments

“Mama, aku game-nya udah ampe level 9 lho…” celoteh seorang bocah sambil menunjukkan gadgetnya pada sang ibu. Adegan bocah yang seputaran umur 6 tahunan memainkan gadget seukuran papan catur itu mungkin sudah Anda biasa temui juga. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan semakin terjangkau berdampak pada semua kalangan dan usia untuk menggunakannya.

Hanya saja dampak penggunaan gadget yang berlebihan bahkan sampai level ketergantungan tidak saja melanda orang dewasa. Anda sendiri mungkin bisa kalang kabut karena ketinggalan handphone atau gadget daripada ketinggalan dompet, bukan? Bila dampak penggunaan gadget menjadi negatif bagi anak-anak, tidakkah orang tua perlu lebih peduli?

 

Saya sendiri tidak kontra dengan penggunaan gadget pada anak-anak. Sebagian orang tua mungkin punya semacam kebanggaan melihat anak-anaknya mampu menggunakan gadget muktahir. Asal saja para orang tua memantau lama waktu penggunaan gadget pada anak-anaknya. Tentu menjadi negatif, bila sepanjang waktu anak nempel terus dengan gadgetnya. Kemarin waktu berangkat kerja saja saya bertemu anak TK sedang nangis ditarik-tarik Mamanya. “Gak mau sekolah, pengen bawa gadgetnya padahal gak boleh sama sekolahan…” sahut Mamanya ketika saya tanya ada apa. Nah…

Penggunaan gadget yang berlebihan seperti itu pada anak-anak dapat mengganggu perkembangan psikologis anak, minat belajar sampai hambatan kemampuan bersosialisasi. Belum lagi gangguan pada mata anak selain mata pencaharian orang tuanya hehehe… ciyus amat bacanya J Bukankah lebih baik orang tua membatasi dan membimbing anak dalam menggunakan gadgetnya.

Bila anak-anak saja sudah kecanduan gadget, bagaimana dengan orang dewasa. Sudah pasti menganggap menulis tangan sudah masuk jaman batu. Era menulis diary sudah menjadi legenda yang dalam museum pun bukan tak mungkin ditemui. “Buat apa tulis tangan…?” mungkin begitu komentar Sobat.

Inilah yang ingin saya sampaikan pada semua Sobat. Menulis tangan memiliki dampak yang optimal dalam peningkatan kualitas kekuatan otak dan pikiran. Tentu saja menulis tangan dengan pedoman-pedoman dan jangka waktu tertentu untuk menghilangkan kelemahan dan membangun kelebihan pada otak dan pikiran penulisnya. Metoda ini dikenal dengan nama graphotherapy dalam dunia analisa tulisan tangan (handwriting analysis) atau grafologi.

Analisa tulisan tangan/grafologi bukanlah ‘membaca’ atau meramal lewat media tulisan tangan, melainkan ilmu untuk mengungkap isi pikiran penulisnya. Dengan kata lain dapat disebut sebagai potret dari otak dan pikiran. Bukan kalangan internal grafolog saja, dari kalangan peneliti sekelas Harvard University menggunakan istilah BrainWriting untuk ilmu ini.

Sangat mudah dan sederhana untuk membuktikan bahwa handwriting is brainwriting. Seseorang yang otak atau pikirannya terganggu, entah karena kesehatan fisik misalnya stroke atau Parkinson maupun beban psikologis yang ekstrim, akan sulit menulis. Sebaliknya kondisi otak dan pikiran seseorang sehat maka dia akan mudah menulis. Bahkan ketika menulis bukan dengan tangan sekalipun. Sobat pernah tau Patricia Saerang? Beliau adalah pelukis dengan mulut dan kaki karena terlahir tidak memiliki tangan. Dengan kekuatan otak dan pikirannya yang luar biasa, Patria Saerang bukan saja dapat membuat lukisan masterpiece, namun menulis pun rapi..… dengan kaki. Ini tulisan kakinya:

Sobat dapat mengungkap kelemahan dan kekuatan pikiran, baik yang telah diketahui maupun belum, juga yang disadari maupun tidak. Apalagi bagi Sobat yang masih mencari jati diri hari gini, ngapain lagi mencarinya ke dunia antah berantah. Mending lewat analisa tulisan tangan, gampang lho

Dengan mengetahui kekuatan pikiran Sobat, menjadi pilihan untuk menggunakan dan mengoptimalkannya untuk mencapai kesuksesan bukan? Daripada memendam kelemahan yang merugikan dan menjadi mental block yang bukan saja menjauhkan bahkan mensabotase Sobat dari sukses.

Sobat tentu tidak rela memendam kekuatan otak dan pikiran yang berkelimpahan bila dioptimalkan, bukan? Bila dihitung secara jumlah sel saja, otak itu memiliki 100 milyar sel dan jaringan yang saling terhubung sehingga mencapai jumlah 1 triliun. Kalau Sobat rupiahkan nilai otak tadi dengan nominal Rp 1 saja setiap sel, maka nilai otak adalah Rp 1.000.000.000.000,- alias satu triliun rupiah. Hitung dah tuh nolnya ada berapa? Itu salah satu modal yang dikaruniakan Sang Pencipta. Akan Sobat kembangkan menjadi profit yang berapa besar atau karya yang bagaimana?

Entah teknik apa yang Sobat gunakan untuk pengembangan dan peningkatan kualitas otak dan pikiran. Mungkin dengan membaca, ikut training/workshop, mentoring, coaching, therapy atau cara lainnya. Namun graphology dengan graphotherapy atau handwriting formation therapy menjadi alternatif yang mudah dan efektif. Sobat dapat dengan mudah menulis kapan dan di mana saja untuk  memantau kondisi diri Sobat sewaktu-waktu, sekaligus sarana untuk mengembangkan dan meningkatkan kekuatan otak dan pikiran Sobat.

Artikel ini saya tutup dengan nasehat dari Sun Tzu “Dia yg mengenal pihak lain (musuh) & mengenal dirinya sendiri, tidak akan dikalahkan dlm 100 pertempuran. Dia yg tidak mengenal pihak lain (musuh) tapi mengenal dirinya sendiri memiliki suatu peluang yg seimbang utk menang atau kalah. Dia yg tidak mengenal pihak lain (musuh) & dirinya sendiri cenderung kalah dalam setiap pertempuran.”

Mau Usaha? Pk Kemitraan Musyarakah (Syariah)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

 


Oh my god…. waktu ko cepet banget yah berjalan… sumpah udah hari Jum’at lagi dan hari ini cukup hectic, nggak nyangka dah jam 3.30 sore, udah lewatin 4 meeting and lagi nunggu meeting ke 5 plus ampir kelupaan nulis tentang Syariah….

Well komitmen tetap komitmen…. iam the man of my word (cieeeeee… muji diri sendiri *narsisdotcom*, kalo di pasar modal istilahnya My Word is My Bond… tetep yak harus nulis…  So, jadi Akad berikutnya yang mau gw bahas adalah Musyarakah… nah lho apalagi ini maksudnya?  (ngak ngerti yak bahasanya).  Sebenarnya ngelanjutin akad minggu lalu (Masih inget ngak Mudharabah??… kalo lupa coba buka lagi tulisan minggu lalu) dimana kalo kita usaha perlu modal tambahan alias investor (venture capital) dimana kerugian ditanggung si pemilik uang (bukan pebisnis), nah akad yang akan kita bahas sekarang namanya Musyarakah yang kurang lebih artinya adalah akad partnership.

Kalo partnership berarti kedudukan harus sama tingginya tuh…(duduk aja tinggi… gimana berdiri kan?… ini apa sih ngomongin syariah serius ko malah becanda crispy alias garinx)… alias keuntungan akan dibagi bersama dan kerugian juga akan ditanggung bersama (bukan gw untung lu rugi hahahaha…. hush garing…), sesuai dengan jumlah modal yang disetor. Jadi kalo diliat sekilas ya mirip-mirip dengan kalau kita buka usaha bersama dengan menggunakan Perseroan Terbatas (itu tuuuhhh namanya PT bosss)..dimana hak dan kewajiban sebagai pemegang saham sesuai dengan kepemilikan yang dimiliki.  Nah partnership ini bisa berupa modal duit… ato modal lain yang bisa diperhitungkan secara nominal.

Di Perbankan Syariah, produk ini juga digunakan dimana Bank berfungsi sebagai pemodal baik itu pemodal uang maupun keterampilan (skill).  Nah si pengusaha dan si bank tadi akan buat perjanjian bagi hasil sesuai dengan akad dan harus ada ijab kabul nya (teteeeeeeepp bukan nikahaan yak)…ko gw doyan banget ngomongin ijab kabul n nikah ya??….

MINDSET Anda: masih sejadul nokia-pisang atau sudah secanggih gadget mutakhir?

By | Yosandy Lip San | No Comments

graphotherapy mindsetHampir dua puluh tahun yang lalu tepatnya tahun 1996, Nokia-pisang adalah perangkat HP mutakhir dan melegenda di jamannya itu. Nokia-pisang kini sudah jadul dan tinggal kenangan. Perhatikan HP atau gadget Anda hari ini. Semua teknologi yang ada saat itu hanyalah sms dan visual hitam putih. Saat ini dunia gadget sudah mampu mencapai visual dengan jutaan warna, berbagai aplikasi luar biasa dan teknologi berbasis image bahkan video.

Pertanyaannya “Apakah dengan  perkembangan gadget yang sedemikian canggih, juga dibarengi dengan perkembangan pola pikir / mindset yang sama canggihnya?” Mungkin Anda setuju bahwa sebagian besar orang mempertahankan pola pikir juga kemampuan yang telah ada bertahun-tahun bahkan belasan tahun lalu.

Sebagian lagi mengembangkan diri baik pola pikir atau kemampuannya karena program pengembangan diri atau training dari perusahaan.  Sebagian kecil yang merupakan populasi langka, pribadi-pribadi excellent atau star quality person, memang selalu melakukan pengembangan diri secara rutin.

 

Namun menimbulkan pertanyaan di banyak perusahaan atau orang-orang yang mengembangkan pola pikirnya “Mengapa program pengembangan diri, entah itu training, seminar, coaching dan lain-lain sering kali hasilnya tidak sesuai harapan?” Saya menemukan jawaban atasspertanyaan tersebut ketika mempelajari bagaimana otak dan pikiran manusia itu bekerja.

Pikiran adalah produk dari fungsi otak yang terdiri dari pikiran sadar (conscious mind) dan pikiran bawah sadar (subconscious mind).  Pikiran sadar kekuatannya hanya 12 %, sedangkan pikiran bawah sadar memiliki kekuatan sebesar 88 %. Nah, seringkali keinginan pikiran sadar berbeda dengan pikiran bawah sadar. Dan yang akan bekerja keinginan dari pikiran bawah sadar karena lebih kuat pengaruhnya.

Bayangkan bila keinginan untuk mengubah mindset hanya ada pada pikiran sadar, sementara pikiran bawah sadar ingin posisi status quo atau berada di comfort zone, maka perubahan tidak akan berjalan.  Terus apa hubungannnya dengan analisa tulisan tangan? Tulisan tangan mampu mengungkap keinginan- keinginan yang berjalan di pikiran bawah sadar.

Contohnya penulis dengan margin kiri sempit adalah penulis yang memiliki beban karena pengalaman masa lalu. Beban ini akan membatasi penulis untuk melakukan perubahan dan mengirimkan pesan berhati-hati karena berubah dapat menimbulkan ketidaknyamanan atau hal yang merugikan. Program bawah sadar seperti ini praktis menciptakan perilaku yang bertahan dengan pola pikir yang sudah ada atau kondisi yang sudah nyaman.

Contoh lain misalnya pada tulisan dengan kemiringan ke kiri. Penulis dengan kemiringan ke kiri ini mengutamakan kenyamanan dalam berhubungan dengan orang lain dan lingkungan. Penulis ini memiliki pola pikir bahwa berhubungan dengan orang-orang yang nyaman itu menguntungkan, sebaliknya itu akan merugikan. Pola pikir ini membatasi penulis untuk berhubungan dengan banyak orang. Pada masa sekarang dibutuhkan untuk membangun relasi dengan banyak orang dan fleksibel dalam menjalin komunikasi dengan berbagai tipe manusia.

Dengan mengenali pola pikir yang ada dari tulisan tangan akan membantu mengungkap pola pikir kita apakah masih jadul atau mampu berkembang untuk menjadi lebih canggih. Bila masih jadul, tentu saja Anda perlu mencari solusi yang tepat baik itu dengan metode perubahan tulisan tangan (graphotherapy) atau metode lain yang cocok bagi Anda.

Bagi Hasil / Mudharabah (PKSyariah)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments


Naaaaaahhh… ketemu lagi hari Jum’at kita ngebahas simpel aja yak tentang keuangan Syariah lagi.  Sengaja bahasannya dibuat pendek dan simpel karena banyak orang yang “ngilu” kalau harus denger terminology Syariah pakek bahasa Arab kan? hayooo ngakuu…

Didalam ajaran Islam (Syariah).. sebenarnya nggak Syariah aja sih mengatakan bahwa semuanya dimulai dari NIAT.  Kalau niatnya baik sudah pasti boleh (Halal) dan kalau niatnya jelek sudah pasti tidak boleh (Haram), kecuali memang sudah dikatakan secara tegas didalam Al-Qur’an bahwa itu Haram.  Nah, semua transaksi secara Syariah harus ada yang disebut dengan Ijab Kabul bukan Ijab Kabuuuurrr yaaaa  (bukaaaaaannn kawwwiiiinnn….. eh nikah)… Ijab Kabul itu adalah proses “Serah” dan “Terima”, makanyaaaa kalau liat temen nikah coba deh perhatikan… si Bapak dari pihak perempuan “Me Nyerahkan” anak perempuanya si laki-laki calon suami “Menerima” anak perempuan dari si bapak kan?.  Makanya kata-kata si calon suami bilanya “Saya terima nikahnya…. bla bla bla”… walah ko ngelantur yak..

Anyway busway… kalau 2 minggu lalu di Blog ini saya nulis tentang Akad Penitipan (Wadiah) sekarang saya mau bahas dikit tentang Akad Bagi Hasil (Mudharabah). Berhubung akad bagi hasil ada 2 yaitu Mudharabah dan Musyarakah khusus untuk Mudharabah ini biar gampang bahasa modernnya saya sebut dengan  Akad Permodalan (istilah kerennya di bule sono adalah…..venture capital).  Kalo temen-temen ke Bank Syariah dan menempatkan dana pada Tabungan dan Deposito dikenal dengan Tabungan Deposito Mudharabah dengan bagi hasil.

Nah, Akad Mudharabah ini dikenal dengan Akad Permodalan Bagi Hasil karena konsepnya adalah mirip dengan Venture Capital (yang ngak ngerti apa itu venture capital ntar kita tulis lagi yak di blog ini…. muter2 aja kita hahaha) dengan beberapa syarat yaitu.

1. Terdiri dari dua pihak; pihak pemodal dan pihak pengusaha.  Jadi konsepnya ada pengusaha yang memerlukan pemodal tambahan alias investor untuk ceritanya mengembangkan usahanya.
2. Sedangkan keuntungan akan dibagi berdasarkan perjanjian dalam kontrak.  Jadi ketika ada keuntungan akan dibagi antara pemodal dengan pemilik usaha dengan besaran yang sudah mereka perjanjikan di kontak (Ijab Kabul) nya…  Biasanya si pemodal akan minta bagian keuntungan lebih besar dari si pemilik usaha.  Selama dua belah pihak ikhlas mah sah sah aja… alias Halal.
3. Kerugian modal akan ditanggung oleh si pemodal, nah disini uniknya karena ini bisnis dimodalin ceritanya maka apabila terjadi kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh si pemodal.  Makanya pemodalnya biasanya minta bagian lebih besar karena ada resiko kan.

Adapun besaran bagi hasil baik antara deposan dengan Bank ataupun Bank dengan pemilik usaha akan ditentukan oleh masing-masing pihak secara musyawarah dengan pertimbangan-pertimbangan dari masing-masing pihak.  Jadi dalam konsep Bank Syariah disini posisinya bisa sebagai perantara atau sebagai pemodal, kalau sebagai perantara berarti pemodalnya adalah yaaaa kita deposannya.  Kitalah (deposan atau bank syariah) yang memberikan modal kepada pengusaha ini.

Saya ada graphicnya mudah2 an associate saya bisa bantu upload gambarnya biar jelas ya.  For anything else it’s Kaskus and Twitter time… silahkan main-main kesana cari nama saya hehehehehe…