Aidil Akbar Madjid

Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (3)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Rabu, 17 Jul 2019 06:52 WIB

Jakarta – Banyak orang skeptis, berpikir mana mungkin bisa punya aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun. Padahal sebenarnya bisa saja, selama anda mengikuti saran-saran yang telah saya jabarkan di 2 artikel sebelumnya dan artikel ini. 

Anda bisa mengumpulkan aset dari bekerja baik pekerjaan utama maupun pekerjaan tambahan, pekerja penuh waktu dan paruh waktu. Atau anda juga bisa mengumpulkan aset dari memulai usaha. Atau yang lebih ideal lagi anda bisa melakukan keduanya secara bersamaan.

Mulailah usaha tambahan sedini dan secepat mungkin sambil anda juga bekerja. Mengapa demikian? Karena bagi sebagian orang sering kali butuh waktu yang cukup lama untuk bisa berhasil dari suatu usaha. 

Apabila usaha anda gagal dan anda merugi, anda masih punya pekerjaan utama ditambah anda masih muda dan masih punya waktu untuk bangkit dan memulai usaha baru lainnya.

Semua orang kaya dan orang sukses punya satu kesamaan, mereka selalu ingin belajar hal lama dan hal baru. Dari mana mereka belajar?

Dengan selalu menambah ilmu mereka atau investasi pada otak. Menambah ilmu bisa dengan cara belajar dari buku, belajar dari internet, dan dari manapun. Dan yang lebih baik lagi adalah dengan mengikuti kelas-kelas atau seminar. 

Selain menambah ilmu yang nanti bisa diterapkan pada usaha/bisnis anda, selain itu anda juga akan bertemu dengan teman-teman baru yang juga akan menambah jaringan baru anda.

Berbisnis di negara Asia sangat berbeda dibandingkan berbisnis di Amerika dan Eropa. Saya salah satu yang mengalaminya.

Di Asia, kita sangat kental mengenal yang disebut dengan pertemanan. Sehingga jaringan pertemanan yang baik akan juga menentukan baik pekerjaan maupun bisnis yang baik.

Mengapa jaringan pertemanan yang baik dibutuhkan di Asia apalagi di Indonesia? Karena orang Asia lebih suka melakukan usaha/bisnis dengan orang yang sudah mereka kenal, atau rekomendasi dari seseorang, dibandingkan kepada orang yang relatif baru dikenal tanpa rekomendasi sama sekali. 

Oleh sebab itu bangun jaringan pertemanan yang banyak yang nanti akan membantu usaha kita.

Terakhir, anda juga harus selalu memperhatikan perkembangan dari usaha dan aset anda. Lakukan pencatatan secara rutin. 

Pastikan nilai aset anda naik dari waktu ke waktu. Dengan mengamati perkembangannya anda bisa dengan mudah melakukan perubahan bila dirasa perlu. 

Dengan mengamati perkembangannya pula, anda bisa tahu bahwa anda sudah berada pada trek yang tepat untuk menjad miliuner dengan mempunyai aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun.

Penutup, sewaktu tinggal di Amerika Serikat (AS) saya pernah bertemu dengan salah seorang teman (orang bule) ang masih muda usia belum sampai 30 tahun dan memiliki aset jutaan dolar AS (miliuner). 

Beliau berkata (berpesan) kepada saya sebagi berikut “The most difficult thing to do is to get to the first million, once you reach it, after that it will be easier to double it.”

Selamat menjadi miliuner.

Artikel ini telah tayang di detik.finance.com dengan judul Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (3)
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4626581/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-3

Editor : Team detikfinance

Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (2)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Kamis, 11 Jul 2019 07:55 WIB

Jakarta – Kamu milenial? Masih muda? Usia di bawah 30 tahun? Baru mulai kerja? Bagaimana kalau saya bilang kamu bisa jadi miliuner sebelum usia 30 tahun dengan cara yang tidak sulit-sulit amat? Mau kah?

Di artikel sebelumnya sudah dibahas 3 cara bagi anda untuk bisa menjadi seorang miliuner (punya aset senilai Rp 1 miliar) sebelum usia 30 tahun. Nah apalagi yang harus anda lakukan? Simak sambungannya di sini.

Anda masih muda, masih usia awal 20 tahunan, risiko adalah teman anda. Jangan takut terhadap risiko apalagi risiko investasi. Anak muda biasanya berani “menantang hidup.” 

Ketika saya masih jauh lebih muda semua wanaha permainan roller coaster dan jet coaster seseram apapun pasti saya coba naiki. Bahkan saya sampai melakukan lompat bungee sewaktu saya masih di Amerika. 

Mengapa demikian? Karena waktu itu saya masih muda. Ketika anda masih muda anda punya adrenalin yang masih tinggi.

Kalau anda berani bertaruh dengan fisik anda (bisa kecelakaan, patah, cacat atau bahkan wafat), maka ketika bicara keuangan anda seharusnya juga berani mengambil risiko yang sama atau bahkan lebih besar lagi. 

Mengapa? Karena anda belum punya ketakutan yang berlebihan dengan kehidupan anda dan anda belum punya tanggung jawab yang besar. Kondisi terburuk yang bisa terjadi dari keuangan anda adalah anda kehilangan (rugi) dari investasi anda, dan itu bisa didapatkan kembali dengan cara memulai menabung kembali.

Orang sering bertanya kepada saya, apa salah satu investasi terbaik yang pernah saya lakukan? Jawabannya adalah, investasi pada properti.

Yes, aset saya bisa bernilai berlipat ganda salah satunya dengan berinvestasi pada properti. Oleh sebab itu apabila anda ingin bisa mempuyai aset sebesar Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun, maka bertemanlah dengan properti.

Dalam kondisi ekonomi bagus seperti antara tahun 2008-2014 kenaikan properti relatif sangat tinggi dihampir semua tempat. Bahkan dalam banyak kasus, kenaikan properti sangat signifikan bisa mencapai 50-100% per tahun antara tahun 2011-2014. 

Memang kondisi ekonomi yang jelek dalam kurun waktu 5 tahun terakhir tidak bisa dipungkiri membuat pergerakan properti cukup stagnan bahkan cenderung turun, akan tetapi bila anda sempat berinvestasi pada properti sebelum tahun 2014, maka stagnannya properti selama 5 tahun terakhir dapat dikompensasikan dengan kenaikan ada sebelumnya, sehingga rata-rata kenaikan aset anda masih diatas 25% per tahun. 

Meskipun dalam kondisi stagnan, nilai properti relatif masih naik sama atau lebih tinggi sedikit dari inflasi antara 6-10% per tahun di banyak tempat.

Hidup hemat itu bukannya pelit lho, tapi tidak mengeluarkan biaya tambahan untuk sesuatu yang anda tidak butuhkan. Sebagai contoh, bila anda bisa olah raga dengan cara berlari dilapangan bola atau GBK 2-3 per minggu, maka anda belum tentu membutuhkan keanggotaan di pusat kebugaran (gym).

Bila anda bisa mendapatkan kopi susu seharga Rp 18 ribu, kenapa anda harus membeli kopi susu dengan brand luar negeri dengan harga Rp 45 ribu? Itu yang dibilang hemat. 

Bahkan anda bisa menikmati kopi sachet hanya dengan modal Rp 3 ribu. Ingat, hidup hemat ini hanya akan anda jalani sementara sampai anda mempunyai aset senilai Rp 1 miliar sebelum usia 30 tahun.

Setelah itu, kita lihat apakah anda tetap ingin melanjutkan pola hidup ini dan menambah pundi-pundi miliar anda atau anda ingin mulai hidup foya-foya?

Sudah cukup? Belum donk, kita akan bahas kelanjutannya di artikel berikutnya ya.


Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul : Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (2)
https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4619319/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-2
Editor : Team detikfinance

Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (1)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Kamis, 04 Jul 2019 07:40 WIB

Jakarta – Menjadi miliuner adalah impian banyak orang. Meskipun definisi miliuner bisa berbagai macam, tapi mari kita samakan dulu persepsi, bahwa miliuner yang dimaksud disini adalah memiliki aset dengan nilai Rp 1 miliar.  Aset dalam hal ini bisa berupa tabungan, deposito, investasi, reksa dana, usaha, properti, kendaraan dan lain sebagainya. 

Anda yang masuk kategori milenial, baik itu milenial yang masih sekolah dan kuliah ataupun yang baru mulai bekerja, mau jadi miliuner alias punya aset senilai Rp 1 miliar dengan gaji “ngepas” sepertinya sih mimpi di siang bolong ya.  Padahal sebenarnya bila anda melakukan hal-hal di bawah ini, maka kemungkinan anda menjadi miliuner alias punya aset minimal Rp 1 miliar menjadi lebih mudah dicapai sebelum usia 30 tahun. So, jadi apa saja yang bisa anda lakukan?

Sekarang ini banyak sekali contoh-contoh disruptive di mana seseorang tidak lulus sekolah bahkan DO yang kemudian bisa menjadi miliuner dunia.

Tahu nggak? Dari banyaknya orang yang tidak sekolah atau DO dari sekolah (kuliah) hanya segelintir orang yang bisa berhasil menjadi miliuner, yang artinya kesempatan anda sebenarnya kecil sekali, dan itupun kalau jenius dan punya ide yang bagus serta anda beruntung.

Bagi sebagian besar anda, sebaiknya fokus di sekolah (kuliah). Banyak milenial berargumentasi bahwa perusahaan jaman sekarang lebih melihat karakter dan keinginan maju calon karyawannya dibandingkan melhat nilai IPK mereka.  Percayalah, kalau ijazah dan nilai IPK tidak dilihat dan tidak dibutuhkan, buat apa perusahaan meminta salinan ijazah dan transkrip nilai anda?

Oke anda sudah lulus kuliah dan mulai kerja dengan gaji lumayan deh untuk yang baru lulus, lalu anda mulai menjalani kehidupan seperti layaknya seorang karyawan dengan segala macam “kebutuhan bulanan” mereka?

Nah, mental seperti ini yang berakibat seseorang kemudian menjadi boros dengan gajinya. Dan bila hal ini dilakukan secara terus menerus akan menjadikannya kebiasaan.

Terus apa salahnya dengan menjadi karyawan tapi tetap hidup dengan gaya seorang anak kuliahan? Dengan cara tersebut anda tidak terjebak dengan gaya hidup boros dan tetap bisa menabung atau menginvestasikan uang anda. 

Percayalah, kesulitan anda berupaya menabung dan berinvestasi ini hanya bertahan beberapa tahun saja kok (kalau mulai kerja setelah lulus kuliah di usia 23-24an, anda hanya akan “merana” berkorban selama 6-7 tahun saja). 

Hal ini juga termasuk pemborosan anda jalan-jalan/travelling keluar kota ataupun keluar negeri. Ingat, Bali, Raja Ampat, Singapore, Tokyo, Paris, New York itu tidak akan pergi ke mana-mana kok selama 5 tahun yang akan datang.

Tidak pernah ada yang salah dengan kerja keras dan kerja cerdas. Kerja keras tidak memerlukan keterampilan khusus. Anda cukup masuk kantor lebih awal dari jamnya dan pulang lebih lambat dari seharusnya dan bekerja lebih banyak saja. 

Dari gaji anda bisa membayar semua pengeluaran anda, tabung dan investasi sebanyak-banyaknya, dalam waktu tidak lama anda akan mempunyai aset yang banyak.

Artikel ini telah tayang di finance.detik.com dengan judul : Ingin Punya Aset Rp 1 Miliar Sebelum Usia 30 Tahun? Begini Caranya (1) https://finance.detik.com/perencanaan-keuangan/d-4610554/ingin-punya-aset-rp-1-miliar-sebelum-usia-30-tahun-begini-caranya-1
Editor : team detikFinance


Mau Usaha? Pk Kemitraan Musyarakah (Syariah)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

 


Oh my god…. waktu ko cepet banget yah berjalan… sumpah udah hari Jum’at lagi dan hari ini cukup hectic, nggak nyangka dah jam 3.30 sore, udah lewatin 4 meeting and lagi nunggu meeting ke 5 plus ampir kelupaan nulis tentang Syariah….

Well komitmen tetap komitmen…. iam the man of my word (cieeeeee… muji diri sendiri *narsisdotcom*, kalo di pasar modal istilahnya My Word is My Bond… tetep yak harus nulis…  So, jadi Akad berikutnya yang mau gw bahas adalah Musyarakah… nah lho apalagi ini maksudnya?  (ngak ngerti yak bahasanya).  Sebenarnya ngelanjutin akad minggu lalu (Masih inget ngak Mudharabah??… kalo lupa coba buka lagi tulisan minggu lalu) dimana kalo kita usaha perlu modal tambahan alias investor (venture capital) dimana kerugian ditanggung si pemilik uang (bukan pebisnis), nah akad yang akan kita bahas sekarang namanya Musyarakah yang kurang lebih artinya adalah akad partnership.

Kalo partnership berarti kedudukan harus sama tingginya tuh…(duduk aja tinggi… gimana berdiri kan?… ini apa sih ngomongin syariah serius ko malah becanda crispy alias garinx)… alias keuntungan akan dibagi bersama dan kerugian juga akan ditanggung bersama (bukan gw untung lu rugi hahahaha…. hush garing…), sesuai dengan jumlah modal yang disetor. Jadi kalo diliat sekilas ya mirip-mirip dengan kalau kita buka usaha bersama dengan menggunakan Perseroan Terbatas (itu tuuuhhh namanya PT bosss)..dimana hak dan kewajiban sebagai pemegang saham sesuai dengan kepemilikan yang dimiliki.  Nah partnership ini bisa berupa modal duit… ato modal lain yang bisa diperhitungkan secara nominal.

Di Perbankan Syariah, produk ini juga digunakan dimana Bank berfungsi sebagai pemodal baik itu pemodal uang maupun keterampilan (skill).  Nah si pengusaha dan si bank tadi akan buat perjanjian bagi hasil sesuai dengan akad dan harus ada ijab kabul nya (teteeeeeeepp bukan nikahaan yak)…ko gw doyan banget ngomongin ijab kabul n nikah ya??….

Bagi Hasil / Mudharabah (PKSyariah)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments


Naaaaaahhh… ketemu lagi hari Jum’at kita ngebahas simpel aja yak tentang keuangan Syariah lagi.  Sengaja bahasannya dibuat pendek dan simpel karena banyak orang yang “ngilu” kalau harus denger terminology Syariah pakek bahasa Arab kan? hayooo ngakuu…

Didalam ajaran Islam (Syariah).. sebenarnya nggak Syariah aja sih mengatakan bahwa semuanya dimulai dari NIAT.  Kalau niatnya baik sudah pasti boleh (Halal) dan kalau niatnya jelek sudah pasti tidak boleh (Haram), kecuali memang sudah dikatakan secara tegas didalam Al-Qur’an bahwa itu Haram.  Nah, semua transaksi secara Syariah harus ada yang disebut dengan Ijab Kabul bukan Ijab Kabuuuurrr yaaaa  (bukaaaaaannn kawwwiiiinnn….. eh nikah)… Ijab Kabul itu adalah proses “Serah” dan “Terima”, makanyaaaa kalau liat temen nikah coba deh perhatikan… si Bapak dari pihak perempuan “Me Nyerahkan” anak perempuanya si laki-laki calon suami “Menerima” anak perempuan dari si bapak kan?.  Makanya kata-kata si calon suami bilanya “Saya terima nikahnya…. bla bla bla”… walah ko ngelantur yak..

Anyway busway… kalau 2 minggu lalu di Blog ini saya nulis tentang Akad Penitipan (Wadiah) sekarang saya mau bahas dikit tentang Akad Bagi Hasil (Mudharabah). Berhubung akad bagi hasil ada 2 yaitu Mudharabah dan Musyarakah khusus untuk Mudharabah ini biar gampang bahasa modernnya saya sebut dengan  Akad Permodalan (istilah kerennya di bule sono adalah…..venture capital).  Kalo temen-temen ke Bank Syariah dan menempatkan dana pada Tabungan dan Deposito dikenal dengan Tabungan Deposito Mudharabah dengan bagi hasil.

Nah, Akad Mudharabah ini dikenal dengan Akad Permodalan Bagi Hasil karena konsepnya adalah mirip dengan Venture Capital (yang ngak ngerti apa itu venture capital ntar kita tulis lagi yak di blog ini…. muter2 aja kita hahaha) dengan beberapa syarat yaitu.

1. Terdiri dari dua pihak; pihak pemodal dan pihak pengusaha.  Jadi konsepnya ada pengusaha yang memerlukan pemodal tambahan alias investor untuk ceritanya mengembangkan usahanya.
2. Sedangkan keuntungan akan dibagi berdasarkan perjanjian dalam kontrak.  Jadi ketika ada keuntungan akan dibagi antara pemodal dengan pemilik usaha dengan besaran yang sudah mereka perjanjikan di kontak (Ijab Kabul) nya…  Biasanya si pemodal akan minta bagian keuntungan lebih besar dari si pemilik usaha.  Selama dua belah pihak ikhlas mah sah sah aja… alias Halal.
3. Kerugian modal akan ditanggung oleh si pemodal, nah disini uniknya karena ini bisnis dimodalin ceritanya maka apabila terjadi kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh si pemodal.  Makanya pemodalnya biasanya minta bagian lebih besar karena ada resiko kan.

Adapun besaran bagi hasil baik antara deposan dengan Bank ataupun Bank dengan pemilik usaha akan ditentukan oleh masing-masing pihak secara musyawarah dengan pertimbangan-pertimbangan dari masing-masing pihak.  Jadi dalam konsep Bank Syariah disini posisinya bisa sebagai perantara atau sebagai pemodal, kalau sebagai perantara berarti pemodalnya adalah yaaaa kita deposannya.  Kitalah (deposan atau bank syariah) yang memberikan modal kepada pengusaha ini.

Saya ada graphicnya mudah2 an associate saya bisa bantu upload gambarnya biar jelas ya.  For anything else it’s Kaskus and Twitter time… silahkan main-main kesana cari nama saya hehehehehe…

Neraka Bocoorr.. (PKSyariah, bunga Riba)

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Hadooohhh panasnya booo… Neraka Bocooorrr… (emangnya pernah ke neraka bos? hahaha itu kayaknya theme alias tema tereakan saya di twitter saya @aidilakbar dan @fincheckup (followww yaaaa).  Sumpah J-town alias Jakarta panasnya minta ampun, dah gitu biasanya kalo sore ujan pula… bikin jalanan macet ngak keruan… haaaahh capek deeehh…

Bicara masalah Neraka yang bocor dan pernah ke neraka atau blom? nah didalam ilmu keuangan Syariah bunga alias Riba itu dilarang bos…ada ayatnya di Al-Qur’an surat Al-Baqarah ayat 278-279 yang isinya adalah “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa Riba (yang belum dipungut) jika kamu orang beriman”.  “Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa Riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari mengambil Riba) , maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya”.

Sebenarnya bunga atau riba tidak hanya milik umat Islam akan tetapi juga dibahas di agama-agama lain seperti Yahudi dan Nasrani.  Berikut petikannya dari Harian Umum Pelita http://www.pelita.or.id/baca.php?id=33193 yang isinya adalah, untuk Yahudi: Quote: Pandangan agama Yahudi mengenai bunga terdapat dalam kitab perjanjian lama pasal 22 ayat 25 yang berbunyi, Jika engkau meminjamkan uang kepada salah seorang dari umatku yang miskin di antara kamu, maka janganlah enkau berlaku seperti orang penagih hutang dan janganlah engkau bebankan bunga uang padanya, melainkan engkau harus takut pada Allahmu supaya saudaramu dapat hidup di antaramu.

Meskipun ayat tersebut sering ditafsirkan salah oleh orang Yahudi.

Sementara Nasrani mengatakan: Quote: Terdapat dalam kitab perjanjian lama kitab Deuteronomiy pasal 23 ayat 19. “Janganlah engkau membungakan uang terhadap saudaramu baik uang maupun bahan makan yang dibungakan. Selanjutnya dalam perjanjian baru dalam Injil Lukas ayat 34 disebutkan.  Jika kamu menghutangi kepada orang yang kamu harapkan imbalannya, maka di mana sebenarnya kehormatan kamu, tetapi berbuatlah kebajikan dan berikanlah pinjaman dengan tidak mengharapkan kembalinya karena pahala kamu akan banyak.

Kembali ke Syariah, bagaimana menghindari Riba ini?  Terdapat banyak akad-akad yang dapat dilakukan. Produk yang dikenal sering menggunakan bunga sebagai bagian dari imbal hasil adalah produk perbankan dengan Tabungan dan Depositonya.  Di perbankan Syariah dikenal dengan Tabungan dan atau Deposito Mudharabah.  Mudharabah sendiri adalah jenis Akad dimana pada saat penyaluran dana nya bank memberikan dana sebagai pemodal kepada orang/pengusaha yang mempunyai keahlian dibidang usahanya.  Keuntungan dari usaha dibagi hasil dengan bank yang kemudian akan dibagi hasil juga dengan anda sebagai penabung.  Oleh sebab itu Mudharabah dikenal dengan dengan konsep bagi hasil, dan deposito Mudharabah menggunakan konsep bagi hasil ini untuk menggantikan bunga yang riba tersebut.

Next artikel on the blog saya akan coba gambarkan skema Mudharabah ini dalam bentuk gambar agar mudah buat teman-teman untuk memahaminya.  Selamat beraktivitas, jangan lupa…..kalau panas belum tentu neraka bocor ya… (ah yang ngak2 aja, kayak pernah ke neraka aja ya…)….hiiii sereeeeemmm

Perempuan Lebih Jago Investasi

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Setelah menjadi Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor selama lebih dari 15 tahun, Ternyata oh ternyata, Perempuan Lebih Jago Investasi dari Laki-laki. Horeeeee…. Ladiiieeesss ayo kalian harus berbangga.  Pertanyaanya kenapa bisa demikian?

Hasil riset di Amerika oleh Vanguard Investment menunjukan bahwa antara tahun 2007 sampai 2009, laki-laki ternyata lebih banyak menjual investasi mereka (terutama saham) disaat harga sedang jatuh, sementara perempuan lebih banyak menahan diri untuk tidak menjual investasinya.  Yang terjadi ketika kondisi berbalik arah perempuan ini mendapatkan hasil investasi lebih tinggi dibandingkan laki-laki.

Meskipun laki-laki lebih percaya diri pada saat berinvestasi terutama di saham, ternyata hal ini bisa menjadi “senjata makan tuan”.  Banyak laki-laki merasa atau “pura-pura” merasa tau dan mengerti apa yang mereka lakukan ketika berinvestasi.  Ego yang tinggi sering kali membuat laki-laki tidak mau mengakui kalau mereka tidak tau atau mengakui kalau mereka membuat kesalahan dalam berinvestasi atau kesalahan dalam membuat keputusan dalam berinvestasi.

Sementara itu pihak perempuan berlaku berbeda.  Banyak perempuan merasa dan mengaku tidak mengerti dan tidak paham ketika berinvestasi sehingga akhirnya mereka kemudian banyak bertanya kesana kemari.  Nah, hasil dari bertanya tersebut disimpulkan sehingga mereka bisa membuat keputusan berinvestasi berdasarkan input dari berbagai sumber tersebut.  Hasilnya bisa dilihat, perempuan lebih banyak mengambil keputusan yang lebih tepat terutama disaat kondisi jelek dan panik seperti ketika bursa jeblok.

So, buat para pria alias laki-laki, jangan malu untuk mengakui bahwa anda juga tidak mengerti dan membuat kesalahan serta jangan malu bertanya dan mencari informasi dari orang yang tepat.  Ternyata pribahasa Malu Bertanya Sesat di Jalan masih berlaku lho.  Jangan sampai kejadian Malu Bertanya Sesat di Bursa Saham ya.

Emangnya Gimana Anak Muda Investasi?

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Sebagai Perencana Keuangan alias Financial Planner / Financial Advisor banyak yang bertanya, khususnya anak muda, lewat akun twitter @AidilAKBAR ato blog www.AidilAkbar.com “mas, anak kuliahan kayak saya bagusnya investasi apa ya?” Nah, lhoooo.. gimana tuh jawabnya?

Well.. rumus dasar sih harusnya yaaaa makin muda makin agresif kalo investasi, semakin tua semakin konservatif. Tapi kemudian itu ngak juga jadi rumus baku, karena profil resiko orang bisa berubah-ubah, apalagi yang berhubungan dengan investasi. Profil orang bisa berubah sesuai dengan usia, ilmu alias knowledge yang dia miliki, serta pengalaman dia berinvestasi.

Yang lebih parah lagi, di Indonesia, orang bisa punya profil dan berubah profil hanya karena perkataan orang lain atau pengalaman orang alin. “Eh, katanya kalo investasi duitnya bisa ilang lho, itu tante beli kebon pisang duitnya dan pisangnya amblas”. Lha, investasi di kebon apalagi kebon pisang ya beda kan dengan investasi secara tidak langsung. Ato ngomongin “kalo investasi itu langsung-langsung aja, kalo lewat produk yang dibeli Cuma kertas”. Emang betul siiiih… Cuma kalo mau investasi langsung emangnya cukup dengan duit yang Cuma Rp. 250 ribu doank? Jadi balik ke pertanyaan diatas, sebenarnya anak muda itu apalagi anak sekolahan dan kuliahan bagusnya investasi kemana? It’s a very tricky question, buat again akan lebih seru kalo masih muda udah punya niatan investasi bahkan kalo berani agresif sekalipun.

Yang paling terpenting dari semua itu adalah, ketika kamu-kamu bertanya “investasi kemana” sebenarnya kamu udah ngerti belom sih apa itu yang dimaksud dengan kata INVESTASI. Dalam Wikipedia versi bahasa Indonesia, Investasi artinya: adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal. Nah lhoooo… makin bingung? Coba buka dan baca dengan detil investasi di Wikipedia nti ketemu kok ada kata Resiko disitu.

So, dengan kata lain, kalau kamu belum ngerti apa itu investasi dan belum tau dan paham resikonya, sebaiknya jangan berinvestasi dulu… paham kamu?….paham?? paham?….. *kayak siapa ya yang suka ngomong paham?*…….*oops

Perlu Modal Usaha? Carinya Kemana Ya?, part 2

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Nyambung dari tulisan sebelumnya nih.  Kalau dalam tulisan sebelumnya sudah dibahas bahwa ada 3 sumber dana yang bisa anda jadikan modal untuk memulai sebuah usaha.  Dari mana modal usaha tersebut bisa diperoleh?  Pertama jelas dari tabungan atau dana milik anda sendiri, kemudian anda juga bisa mendapatkan dari bantuan perusahaan seperti CSR dll, serta yang sudah dibahas sebelumnya anda bisa mencari rekan usaha (partner).

Adapun khusus untuk rekan usaha, pastikan anda sudah berbicara secara terbuka diawal.  Kebanyakan dari orang berbisnis yang berakhir dengan keributan antar sesame rekan kerja karena tidak pernah ada pembicaraan sebelumnya, akibatnya sering terjadi rasa tidak enak dan usaha tidak dijalan dengan professional.

Kali ini, kita akan membahas 3 seri berikutnya sebagai sumber dana untuk anda memulai usaha mikro dan kecil anda.

4. Mencari Investor

Hampir sama dengan menjalin kerjasama, cara ini juga membantu kita mendapatkan dana dari pihak ketiga. Bedanya, investor biasanya hanya memberikan modal berupa dana tanpa ikut terjun langsung dalam operasional. Hal lain sama seperti cara sebelumnya, hal-hal seperti pembagian hasil atau kesepakatan lain harus dibuat berupa perjanjian tertulis agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan bila terjadi sesuatu di kemudian hari.

5. Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Ke Bank

Anda juga dapat mengajukan permohonan pinjaman modal usaha ke Bank. Sebelum pengajuan ini tidak jarang pihak Bank ingin mengetahui profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study.  Bisnis atau anda akan dilihat apakah Bankable atau tidak. Andapun harus membayar bunga pinjaman yang besarannya bervariasi antara 8% sampai dengan 15% per tahun.   Dalam tahap awal membangun bisnis biasanya Bank jarang ada yang memberikan pinjaman kepada usaha anda, tapi tidak ada salahnya untuk dicoba.  Kalau gagal mendapatkan pinjaman atas nama usaha anda karena usaha anda yang masih relative baru, maka anda bisa mengajukan pinjaman atas nama pribadi (personal loan).  Kerugian dari pinjaman jenis ini adalah biaya bunganya yang sangat tinggi.

6. Mengajukan Pinjaman Modal Usaha Ke Koperasi

Apabila mengajukan pinjaman ke Bank cukup sulit dengan persyaratan yang sangat ketat, maka alternatif anda bisa mengajukan pinjaman melalui Koperasi terutama Koperasi Simpan Pinjam.  Mirip seperti pengajuan pinjaman ke Bank, Koperasi juga mensyaratkan profil usaha , Feasibility Study dan business plan anda.  Adapun untuk bunga pinjaman bisa saja lebih tinggi dari bunga pinjaman Bank.  Apabila dirasa keuntungan yang akan anda hasilkan cukup tinggi dan mampu menutupi biaya bunga pinjaman tersebut, Koperasi layak dijadikan salah satu alternatif.

Dalam pengajuan permohonan modal usaha ke pihak ketiga, kami sarankan agar Anda menyiapkan profil usaha yang akan Anda buat berupa proposal atau bahkan beberapa investor atau perusahaan meminta Anda untuk menyampaikan Feasibility Study yang bertujuan untuk menilai kelayakan implementasi sebuah bisnis dilihat dari sisi Keuntungan Finansial (Financial Benefit), Keuntungan Secara Makro Ekonomi (Macro Economy Benefit), serta Keuntungan Sosial (Social Benefit) yang diterima masyarakat berkaitan dengan usaha yang akan Anda bentuk.

Nah, udah ngerti kan?  Jadi sekarang dah tau yaaa cari modal usaha kemana?.  Jangan minta-minta kesaya lagi… hahahaha

Perlu Modal Usaha? Carinya Kemana Ya?, part 1

By | Aidil Akbar Madjid | No Comments

Perlu modal usaha? Carinya kemana ya?  Sebagai Perencana Keuangan atau Financial Planner / Financial Advisor, saya tidak pernah habis pikir setiap talkshow atau mengajar saya selalu melontarkan pertanyaan ke murid atau audien saya, Kalau kita mau memulai usaha kemana sebaiknya kita cari modal untuk usaha, moyoritas menjawab, BANK.  Padahal sangat jarang atau hampir mustahil (kecuali ada program khusus), bank mau kasih kredit ke perusahaan atau usaha yang baru dimulai lhooooo….  Kenapa karena resikonya tinggi.  Biasanya Bank hanya mau memberikan kredit kalau sebuah usaha sudah berjalan sekurang-kurangnya 2 tahun dengan laporan keuangan yang baik dan benar.  Yang mungkin bisa anda lakukan adalah meminjam ke bank akan tetapi atas nama pribadi, sehingga jatuhnya adalah pinjaman pribadi dengan bunga yang tinggi apabila dibandingka   pinjaman usaha.

Trus kalau gitu kemana donk nyarinya?  Tetap harus diingat modal usaha bukan hanya sekedar uang atau aset, tetapi juga bisa dalam wujud pengetahuan terhadap usaha tersebut, pengalaman, keberanian, serta networking (nti semua akan dibahas di artikel terpiah). Namun dari beberapa modal yang disebutkan di atas, kebanyakan calon pengusaha menemui kendala besar dalam mendapatkan modal berupa uang atau aset.

Ada 6 jenis sumber yang dapat kamu pergunakan dan untuk tulisan kali ini kita akan bahas 3 diantaranya terlebih dahulu :

1. Dana sendiri

Anda dapat memperoleh modal usaha dengan menggunakan dana Anda sendiri. Misalnya dengan menggunakan dana simpanan yang sudah Anda tabung selama ini. Jika belum cukup, maka Anda juga bisa menutupi kekurangan dana tersebut dengan menjual sebagian aset berharga yang Anda miliki saat ini misalnya Logam Mulia atau perhiasan. Berusaha juga masuk kategori ber investasi, yaitu anda meng investasikan dana anda pada usaha anda sendiri.

 

2. Cari Dana Hibah Perusahaan

Mencari modal usaha berupa uang juga dapat diperoleh dari dana hibah perusahaan, baik perusahaan pemerintah maupun swasta. Saat ini perusahaan-perusahaan besar biasanya memiliki budget atau anggaran tersendiri untuk membantu membangun perekonomian masyarakat di sekitar perusahaan maupun masyarakat umum dengan menyalurkan dana modal usaha melalui Divisi CSR (Corporate Social Responsibility). Untuk teknis penyaluran dana biasanya dalam bentuk event competition.  Oleh karena itu, event tersebut merupakan peluang bagi para calon pengusaha untuk mendapatkan tambahan dana bagi kelangsungan usaha Anda.

 

3. Kerjasama (partnership)

Apabila Anda memiliki teman atau saudara yang memiliki minat yang sama dan hendak menjadikan hal tersebut sebagai bisnis, cara ini dapat dijadikan pilihan. Rekan bisnis tersebut bisa jadi hanya memberikan bantuan berupa modal, atau bisa jadi membantu juga dapat operasional bisnis sehari-hari. Anda juga harus menyepakati hal-hal seperti pembagian hasil agar kedua belah pihak tidak ada yang merasa dirugikan. Kesepakatan itu perlu dibuat perjanjian tertulis untuk mengantisipasi bila terjadi sesuatu di kemudian hari.  Istilahnya  adalah bicara pahit pahit dulu didepan, jangan hanya bicara yang manis aja.

Terus apa sisa yang 3 lagi?  Akan kita bahas dalam tulisan berikutnya tentang bagaimana cara mendapatkan dana untuk memulai usaha anda.