Giri Sulandar

Niatnya sih baik, tapi… (6 Cara Cek Awal Sebelum Membeli)

By | Giri Sulandar | No Comments

“Padahal niat dari kami itu tulus lho mas, hanya untuk menabung saja. Dan mungkin hampir lebih dari 80% karyawan disini juga memiliki niat yang sama dengan saya” begitu ucapan seorang karyawan di sebuah perusahaan oil and gas yang beberapa waktu yang lalu kami temui di acara talkshow dan juga Financial Check Up di daerah Jakarta Pusat ini.

Kalimat tersebut terungkap ketika seorang ibu tersebut mendapat giliran di cek kondisi keuangannya di sesi Financial Check Up, dia menceritakan bahwa ketika dia membeli produk tersebut (dalam hal ini produk asuransi unitlink, bancassurance) dia hanya berniat untuk menabung saja walaupun tidak mengetahui dengan detail isi dari produk tersebut.

Miris memang terdengar, tapi inilah yang tidak sediki terjadi di masyarakat kita. Minimnya informasi tentang produk bahkan kebutuhan dirinya sendiri sehingga mudah untuk diajak membeli sebuah produk yang sebenarnya tidak diperlukan.

Nah untuk mencegah hal tersebut datang lagi, mari kita lihat apa yang sebenarnya harus kita lakukan sebelum kita membeli produk keuangan, asuransi ataupun investasi:

1. Jika Anda ingin membeli produk asuransi, pastikan terlebih dahulu asuransi apa yang ingin Anda beli dan lihat, cek kembali apakah Anda benar-benar membutuhkan produknya?

2. Dalam hal produk asuransi yang wajib kita miliki adalah produk asuransi kesehatan murni, apabila Anda sudah mendapatkan cover dari kantor/perusahaan Anda bekerja, bisa dicek kembali apakah sudah cukup atau belum. Jika dirasa cukup, maka Anda tidak memerlukan produk asuransi kesehatan lagi.

3. Selain asuransi kesehatan, ada produk asuransi jiwa yang jika Anda ingin mengambil produk ini cek kembali apakah Anda benar-benar membutuhkannya? Cek paling mudah adalah asuransi jiwa dibutuhkan jika Anda memiliki tanggungan yang bergantung hidup kepada Anda. Jika tidak ada? Mm..bisa jadi Anda tidak membutuhkannya.

4. Dalam hal produk investasi, sebelum Anda mengambil produknya, ada baiknya Anda hitung ulang tujuan keuangan Anda dan membutuhkan biaya berapa untuk Anda sisihkan yang kemudian diinvestasikan.

5. Banyak macam produk investasi yang beredar, sarannya pilih saja produk yang sudah diregulasi ole Pemerintah dalam hal ini OJK biar lebih save, meski investasi tidak ada dan tidak boleh dijamin.

6. Jangan mudah tergiur oleh hasil yang fantastis atau nama yang njlimet. Pilih saja yang sudah umum dan terbukti, setiap rupiah yang Anda keluarkan juga berasal dari keringat yang Anda perjuangkankan?

Melakukan pengecekan ulang, mencari informasi lebih dari satu sumber dan juga dapat mengikuti kelas/training yang diadakan oleh para profesionl dapat menjadi dasar Anda memilih produk investasi ataupun asuransi agar kedepan tidak tergiur lagi dan mengeluarkan rupiah sia-sia.

Semoga bermanfaat, happy planning! :)