Ila Abdulrahman

4 Hal yang Membuat Perempuan Semakin Berdaya, Apa Saja?

By | Ila Abdulrahman | No Comments

Jakarta – Di tengah keterbatasan, para perempuan kini tengah bangkit dan menunjukkan semangatnya untuk tidak menyerah.

Peran perempuan, baik yang masih single atau berstatus sebagai istri kini tak bisa lagi pasif di tengah ketatnya kompetisi dan disrupsi digital.

Ya, psikolog klinis, Tara de Thouars menyebut bahwa untuk menjadi perempuan yang berdaya ada hal yang harus dilakukan, seperti apa?

1. Perempuan Juga Punya Suara

Tara menyebut, sebenarnya semua orang berhak memilih apa yang diinginkan. Tetapi dalam ranah ini, perempuan juga berhak dalam memilih apapun, termasuk karier hingga keputusan rumah tangga.

“Kita sebagai perempuan juga berhak untuk mandiri atau pun membuat keputusan. Benar suami adalah kepala keluarga, tetapi bukan berarti perempuan nggak punya suara,” katanya dalam perbincangan Ila Talk For She yang digelar oleh Financial Planner, Ila Abdulrahman, Selasa (20/4/2021).

2. Perempuan Juga Berharga

Sama halnya dengan laki-laki, perempuan juga berharga. Namun, harga diri seseorang ini, dikatakan Tara bukan dari status, melainkan dari diri sendiri.

“Kita sebagai perempuan juga berharga, bukan dari status tapi dari diri sendiri. Harga diri kita kan muncul dari keseharian, apa yang kita lakukan ini yang membentuk value kita,” bebernya.

3. Perempuan Punya Kemampuan

Hingga kini, tak sedikit perempuan yang merasa dirinya tak berdaya dan tak bisa melakukan apa-apa. Terlebih, banyak orang yang menyebut jika karier perempuan tak lebih dari seorang laki-laki.

“Padahal, perempuan itu punya kemampuan. Selagi kita menyadari kalau kita punya kemampuan, misalnya oh aku bisa ini dan lainnya ini yang bisa diberdayakan. Nah, perempuan yang nggak bisa menemukan senjatanya inilah yang akhirnya memilih berdiam diri,” terangnya.

4. Perempuan Bukan Makhluk Lemah

Dalam konteks ini, Tara menyatakan, bahwa masa lalu seseorang bisa menghambat pemberdayaan. Dalam contoh kasus, apabila perempuan menjadi korban pemerkosaan, maka dia akan berpikir bahwa dia adalah makhluk yang lemah.

“Saya sering menangani kasus seperti ini, saya tekankan lagi bahwa perempuan itu tidak lemah. Nah, ketika mereka menjadi korban sexsual abuse ini akan berdiam karena mereka masuk dalam kasus itu, padahal seharusnya mereka bisa melawan. Untuk keluar dari rasa trauma itu, perempuan harus percaya diri. Dan apabila mereka masih takut, bisa langsung ke psikiater untuk trauma healing agar hidup mereka nggak stuck di situ,” tandasnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/4-hal-yang-membuat-perempuan-semakin-berdaya-apa-saja-U30266

Biar Nggak Overbudget, Begini Tips Atur Uang Buat Angpao Lebaran

By | Ila Abdulrahman | No Comments

Jakarta – Lebaran biasanya identik dengan tradisi memberi angpao kepada anggota keluarga. 

Sebelum menyiapkan angpao, kamu perlu membuat alokasi dana dengan matang biar nggak overbudget. Berikut beberapa tips mengatur dana untuk angpao lebaran ala pakar finansial, Ila Abdulrahman.

1. Cek kondisi keuangan

Dana untuk angpao lebaran berasal dari Tunjangan Hari Raya (THR), bukan dari gaji bulanan. Jadi sebelum menyisihkan uang untuk dibagikan, pastikan kamu sudah mengisi pos pengeluaran lebaran lain, seperti zakat, dana mudik, hingga sedekah ya Urbanreaders.

2.  Buat daftar penerima

Buatlah daftar siapa saja yang akan menerima angpao lebaran dan tentukan besar nominalnya. Saat menyusun daftar, sebaiknya tulis berdasarkan prioritas.

“Tulis siapa saja yang hendak diberi dan mau diberi berapa,” kata Ila Abdulrahman dalam ‘Webinar Ngabuburit Ngilmu, Yuk’,  yang digelar Kencomm Indonesia, Sabtu (17/4/2021).

3. Sesuaikan dengan kemampuan

Angpao lebaran bukanlah kewajiban, jadi sesuaikan jumlahnya dengan kondisi keuanganmu. Jangan memaksakan diri untuk memberi uang dengan jumlah besar. 

4. Pilih bank atau e-wallet yang tepat

Di tengah kondisi pandemi, kita akan sulit berkumpul dengan keluarga karena pemerintah melarang mudik. Jadi perlu dipikirkan juga cara mengirim angpaonya, apakah akan ditransfer via bank atau pakai dompet digital atau e-wallet

Jika ingin membagikan angpao via e-wallet, Ila menyarankan untuk memilih e-wallet dengan biaya transfer terkecil atau gratis.

“Kalau mau ngasih pakai e-wallet, pertimbangkan yang biaya transfernya paling kecil atau tidak ada biaya. Misalnya kalo mau transfer pakai e-wallet A, biaya transfernya kena seribu. 20 orang udah Rp 20 ribu. Dalam perencanaan keuangan, Rp 20 ribu pun juga tetap harus dihitung,” pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/biar-nggak-overbudget-begini-tips-atur-uang-buat-angpao-lebaran-U29964

5 Tips Berhemat di Bulan Ramadan Biar Kantong Tebal saat Lebaran

By | Ila Abdulrahman | No Comments

Jakarta – Selama Ramadan kita harus pintar-pintar mengatur keuangan. Sebab di bulan ini pengeluaran akan lebih banyak dibandingkan bulan lainnya.

Dalam ‘Webinar Ngabuburit Ngilmu, Yuk!’ yang digelar Kencomm Indonesia, Penasihat Keuangan Senior dan CEO Shila Financial Ila Abdulrahman, memberi tips mengatur berhemat dan mengatur keuangan selama Ramadan. Yuk simak!

1. Cek kondisi keuangan saat ini

Pertama cek kondisi keuangan kita. Hitung seluruh harta yang dimiliki saat ini. Termasuk seluruh aset simpanan baik berupa perhiasan, deposito, dan lain-lain. Setalah ditotal, bagi dengan masa krisis yang masih akan kita lalui.

“Hitung duit kita saat ini berapa. Jangan cuma berpikir tentang hari ini saja, tapi pikirkan juga apakah ke depan kita akan terkena risiko pandemi. Jumlahkan semua aset yang  kita miliki, baik itu dana darurat, deposito, yang kalau nantinya terpaksa dicairkan. Kemudian dibagi dengan masa krisis,” kata Ila Abdulrahman, Sabtu (17/4/2021).

2. Prioritaskan bayar zakat

Setelah menghitung semua aset dan harta, sisihkan uang untuk berzakat meski pelaksanaannya baru akan dilakukan di akhir ramadan.

“Yang terpenting adalah alokasikan dana untuk zakat fitrah di awal, besarannya disesuaikan dengan makanan pokok sehari-hari”

3. Buat anggaran belanja dan list kebutuhan selama ramadan

Buat anggaran belanja selama ramadan dan lebaran. Setelah itu buatlah prioritas, mana yang harus didahulukan dan perlu dicoret.

“Misalkan kalau tahun ini kita harus mudik dan ada dananya, ya sudah berangkat dari jauh hari dan ikuti protkes. Tapi kalau dirasa masih bisa silaturahmi via virtual, sebaiknya dananya dialokasikan untuk keperluan lainnya.”

4. Buat anggaran ‘angpao’

Hari Raya Idul Fitri identik dengan THR atau angpao yang diberikan kepada anggota keluarga. Sebelum memberi THR, pastikan kita sudah punya alokasi dananya.

Setelah itu buat daftar penerima angpao dan berapa nominalnya. Ila menyarankan agar besaran THR disesuaikan dengan kondisi keuangan dan jangan memaksakan diri karena gengsi.

Kita juga perlu memikirkan opsi mengirim angpao, apakah akan ditransfer via bank atau pakai e-wallet.  

“Di tengah kondisi pandemi karena pemerintah melarang mudik dan kumpul keluarga, dipikirkan juga cara ngirim THR-nya. Kalau mau ngasih pakai e-wallet, pertimbangkan yang biaya transfernya paling kecil atau gratis,” jelasnya.

5. Belanja kebutuhan lebaran dari jauh-jauh hari

Mendekati lebaran biasanya harga barang-barang dan kebutuhan pokok meningkat. Nah untuk menyiasati ini, Ila menyarankan untuk mulai mencicil kebutuhan hari raya dari jauh-jauh hari. Dengan strategi ini, tentunya kamu bisa menghemat pengeluaran.

“Sebaiknya kita belanja dari jauh-jauh hari dan hindari berhutang. Kumpulkan dana yang ada untuk mencicil kebutuhan lebaran. Tapi pastikan barang yang kita beli tidak cepat kedaluarsa, seperti baju, sepatu atau parsel lebaran,” pungkasnya. tayang

Artikel ini telah tayang di www.urbanasia.com

https://www.urbanasia.com/5-tips-berhemat-di-bulan-ramadan-biar-kantong-tebal-saat-lebaran-U29960